Jumat, 30 Desember 2016

New Episode, Cooming Soon 2017

Setiap kita pasti memiliki berbagai macam episode kehidupan. Ada episode yang membahagiakan, ada episode yang mengecewakan, ada episode yang menyedihkan, ada episode yang mengharukan, ada episode yang membanggakan, ada episode yang mendebarkan, ada episode yang menegangkan, dan lain sebagainya.

Apapun itu episode nya, semuanya telah dilalui. Berbagai macam episode tersebut tentunya meninggalkan berbagai kesan yang mendalam. Senang, sedih, kecewa, takut, apapun itu sekali lagi semua telah lewat. Hal ini nantinya hanya akan menjadi suatu memori, kenangan, di masa lampau.

Episode yang telah berlalu ini biasa kita sebut dengan masa lalu. Masa yang telah kita lewati. Masa yang sangat jauh. Masa yang tidak akan pernah kembali. Kenangan.

Masa lalu ada sebagai hikmah, sebagai pengalaman, sebagai pelajaran hidup, Agar di masa depan nanti kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Masa lalu ada bukan untuk diratapi, ditangisi, disesali, tapi untuk sebagai pengingat diri. Jangan lupa bahwa masa depan jauh lebih dekat dan penting untuk dipikirkan daripada mikirin hal yang sudah pasti nggak bisa kita ubah.

Layaknya tahun baru selalu diawali dengan resolusi. Tapi jangan lupa untuk selalu evaluasi.

Welcome 2017.


Sabtu, 24 Desember 2016

Gunung Salak - Kawah Ratu - Puncak Halimun

Jingga Teacher Recognition
21-23 Desember 2016
Kawah Ratu – Gunung Salak – Bogor

Jingga Recognition merupakan acara yang diadakan oleh Sekolah alam Jingga Life School sebagai momen Refleksi para fasilitator selama setahun. Recognition ini diadakan dari tanggal 21 Desember sampai tanggal 23 Desember 2016. Recognition diadakan di Kawah Ratu House (Camping Ground) Gunung Salak –Halimun Bogor. Acara Recognition ini diselenggarakan dalam bentuk Camping  selama tiga hari dua malam dengan agenda utama Tracking ke Kawah Ratu.

Sebelum Recognition dimulai, para fasilitator terlebih dahulu dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok-kelompok ini kemudian diberi pengarahan mengenai perbekalan dan perlengkapan yang harus disiapkan oleh masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok kemudian berdiskusi untuk melengkapi peralatan yang harus mereka bawa, serta  merencanakan itenary perjalanan menuju lokasi Recognition sebelum dan sesudah kegiatan. Butuh waktu seminggu untuk mempersiapkan segalanya. Ada yang melengkapi peralatan mereka dengan meminjam, menyewa, membeli, ada juga yang memang milik pribadi.

Perjalanan menuju kegiatan Recognition dimulai dengan berkumpul di meeting point  Stasiun Bekasi  pukul 04.30 wib.  Kami semua berangkat menuju Bogor dengan menggunakan kereta pertama dari Bekasi yang berangkat pukul 05.10 WIB. Pada awalnya ada beberapa anggota kelompok yang terlambat. Ada yang memutuskan untuk menunggu anggota kelompok mereka, ada yang memutuskan untuk berpisah jalan dan bertemu di stasiun Bogor. Kelompok kami memilih untuk berpisah sementara di Stasiun Bekasi dan akan berkumpul kembali di Stasiun Bogor. Hal ini dikarenakan ada anggota kelompok kami yang terlambat. Kami membagi diri menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan berangkat lebih dulu dan kelompok berikutnya akan menyusul. Hal ini diputuskan dengan pertimbangan kereta dengan jadwal keberangkatan semakin siang akan sangat padat karena kami melakukan perjalanan di hari kerja.  Mengingat barang bawaan yang sangat banyak akan sulit jika kami berada di dalam kereta yang penuh. Anggota kelompok yang membawa peralatan kelompok (tenda, terpal, dll) akhirnya berangkat lebih dulu.

Sesampainya di Stasiun Bogor, kami singgah di Mushola Stasiun untuk melaksanakan shalat dhuha sekaligus menunggu anggota kelompok lainnya. Kurang lebih tiga puluh menit kemudian mereka tiba dan kami memulai perjalanan ke tempat Recognition. Kami memilih menggunakan Grab Car dengan alasan lebih simple, murah, dan hemat biaya. Tetapi ternyata kami mendapat supir yang kurang profesional. Setelah beberapa menit perjalanan supir tersebut mengatakan ia tidak mau mengantar kami sampai tempat tujuan dengan alasan tempat terlalu jauh dan lain sebagainya. Ia mengaku tahu daerah tujuan dan menyebutkan bahwa daerah tujuan rawan begal. Alasan sebenarnya adalah karena supir tersebut tidak ingin rugi mengingat tujuan kami memang lumayan jauh. Saya sempat emosi tetapi memutuskan untuk diam. Supir tersebut berniat menurunkan kami di daerah Cibatok. Logikanya, setiap supir Grab Car selalu tau kemana tujuan konsumen sebelum memutuskan mengantar. Jika ia tidak berkenan untuk mengantar ia bisa mengcancel order tersebut sehingga kami bisa mencari supir yang lain. Pengalaman perjalanan sebelumnya dengan kondisi jalan yang lumayan ekstrim pun banyak supir yang mau mengantar kami. Jadi kami pasti bisa mendapatkan supir lain yang mau mengantar. Kami lumayan kesal pada supir ini. Setelah berdiskusi dengan kelompok kami, kami memutuskan untuk mengalah dan turun di Cibatok lalu mencarter angkot untuk sampai ke tempat tujuan. Kami hanya membayar separuh harga dari harga yang tertera.

Setelah naik angkot pun, angkot kami sempat tidak bisa naik dan berhenti di tengah jalan. Medan yang kami lalui memang lumayan tinggi. Kami sempat turun dan berjalan  sebentar agar angkot yang kami naiki dapat melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 10.50 WIB kami sampai di gerbang belakang camping ground (bukan gerbang utama). Rupanya kami harus sedikit berjalan menanjak ke arena Camping. Mengingat kami bukanlah pendaki berpengalaman, berjalan mendaki dengan beban berat lumayan menguras tenaga. Tapi kami bekerja sama, saling menyemangati, sampai kami semua tiba di arena camping.

Tepat pukul 11:18 WIB kami sampai dan sudah ada panitia yang berada di sana. Tapi rupanya belum ada kelompok lain. Belakangan kami tahu, ada satu kelompok yang sudah sampai lebih dulu tapi menunggu di gerbang utama. Rupanya salah satu anggota kelompok ini ada yang pingsan saat di perjalanan. Sambil menunggu anggota kelompok yang lain, kami beristirahat, makan siang dengan bekal yang kami bawa, dan solat Zuhur saat azan berkumandang.

Sekitar pukul 13.00 WIB kelompok lain datang bersama dengan kelompok yang sebelumnya sudah sampai tetapi menunggu di bawah. Setelah semua solat Zuhur, kami semua berkumpul untuk mengikuti pengarahan dari Panitia yang diwakili oleh penanggung jawab acara Pak Isnan Santoso. Pak Isnan menyampaikan tentang peraturan saat Recognition, rundown acara, dan beberapa pengarahan. Peraturan saat itu adalah termasuk tidak diperbolehkan untuk berinteraksi dengan gadget. Jujur awalnya saya sangat keberatan. Tapi belakangan saya mengerti bahwa tidak merelakan gadget saya selama di gunung adalah keputusan yang benar.

Setelah pengarahan selesai kami mendirikan tenda dan mengikuti apel pembukaan. Pada saat apel Pembukaan, Pak Isnan selaku penanggung jawab acara memaparkan tujuan dari diadakannya acara Jingga Teacher Recognition. Setelah Apel selesai kami lalu memasak (Jungle Cooking) untuk makan siang (masih ada kelompok yang rupanya belum makan). Saat itu kami memilih menu yang mudah untuk disajikan. Kami hanya memasak nasi putih lalu meyajikannya dengan mie goreng dan orek tempe yang sudah kami bawa dari rumah. Setelah itu kami berkumpul. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Awalnya kami dipisah berdasarkan kelompok. Lalu berdasarkan kelas. Sampai kami berpasangan. Saat itu kami belum tahu apa maksud kami dipasangkan. Ternyata kami dipasangkan untuk saling menyuapi saat makan dengan menggunakan tangan.

Mungkin bagi sebagian orang melakukan hal ini adalah hal yang menjijikkan. Tapi ini adalah kegiatan yang menyenangkan. Bagi saya ini adalah momen yang lucu sekaligus menjadi momen yang indah. Tidak hanya saling menyuapi tapi kami juga saling berbagi. Setelah makan siang selesai kami membereskan bekas makan lalu bersiap untuk agenda berikutnya.

Setelah makan siang selesai panitia membimbing kami untuk melakukan sebuah study kasus. Kasus yang diberikan adalah tentang kecelakaan pesawat. Ada sebuah pesawat yang jatuh / kecelakaan di sebuah tempat yang sangat dingin. Beberapa benda tersisa dan masih dapat digunakan. Kami diminta untuk mengurutkan benda-benda tersebut sesuai dengan tingkat kepentingannya beserta alasan mengapa benda itu penting. Melalui study kasus ini kami belajar tentang memilih prioritas dan kebutuhan. Setelah study kasus selesai kami bersiap mengikuti Spirit Pump dari Pak Ari.

Seperti biasa, mendengarkan spirit pump dari Pak Ari serasa mencharge ulang semangat yang sempat kendur. Liburan telah tiba, aura bersantai dan bermalas-malasan dirasakan oleh semua Fasilitator. Pak Ari memberi semangat dan mengingatkan kembali kepada kita pentingnya menyelesaikan tugas sebelum beristirahat. Hal ini beliau umpamakan dengan menceritakan perjalanannya saat mendaki gunung. Saat sedang dalam perjalanan seringkali kita menemui hambatan, tantangan, dan rintangan. Rasa lelah, capek, dan ingin beristirahat pasti ada. Tapi disaat kita masih memiliki setumpuk tanggungjawab yang belum selesai beristirahat hanyalah akan menambah beban. Itu sama saja menunda keberhasilan kita. Saat kita mampu menunda kesenangan sesaat maka saat itulah keberhasilan akan dapat kita raih. Pak Ari juga menyampaikan tentang keyakinan. Dimana saat kita melakukan sesuatu dengan ragu-ragu dapat dipastikan hasil yang kita capai akan kurang memuaskan bahkan mungkin saja dapat mengecewakan. Apapun itu lakukanlah dengan keyakinan.

Setelah spirit pump selesai, kami shalat magrib berjamaah dijamak dengan shalat isya. Setelah itu kembali mempersiapkan makan malam. Saat makan malam, kami tidak lagi berpasangan dan suap-suapan. Melainkan menu makanan kami ditukar antar kelompok. Walaupun seperti itu, tetap saja makanan yang kami makan banyak jenisnya karena kami saling berbagi.

Setelah makan malam selesai, kami bersantai sejenak di lapangan tempat biasa kami berkumpul. Ada yang saling bercerita, ada yang saling pijat-pijatan dan lain sebagainya. Peluit berbunyi memanggil ketua kelompok. Kami akan melakukan games. Games kali ini adalah mencari sebuah barang yang hilang sesuai dengan klu atau petunjuk yang diberikan oleh ketua kelompok. Kami mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikann oleh ketua seblum melakukan misi, yaitu menemukan benda yang dimaksud. Kelompok kami berhasil menemukan dua benda yang harus ditemukan dengan tepat waktu. Games ini mungkin terlihat sederhana, tapi apabila tidak mengikuti petunuk yang diberikan permainan akan terlihat sulit. Ini dibuktikan oleh kelompok lain yang tidak dapat menemukan benda yang dicari dengan alasan tidak mengetahui apa benda yang dimaksud. Usut punya usut kelompok tersebut tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh ketua kelompoknya.

Games ini mengajarkan kepada kami bahwa dalam sebuah organisasi kepercayaan kepada pemimpin sangatlah penting. Intruksi seorang pemimpin penting untuk diikuti demi kelancaran tuuan bersama. Sejatinya seorang pemimpin tidak akan menjerumuskan orang yang dipimpinnya. Jadi Apapun hal yang mereka putuskan pasti ada alasannya untuk kemaslahatan orang banyak. Adapun jika ada hal yang menjadi pertanyaan, sahsah saja kita bertanya asalkan sesuai dengan adab serta dengan cara yang baik dan sopan. Pentingnya percaya kepada pemimpin menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi. Setelah games ini selesai kami beristirahat. Sebelum kami beristirahat kami telah diberikan jadwal piket jaga. Kami beristirahat sesuai dengan jadwal piket jaga tersebut.

Waktu  menunjukkan pukul dua pagi. Sebagian besar anggota kelompok saya bangun untuk melaksanakan salat lail. Setelah itu kami bersiap untuk solat subuh berjamaah. Setelah solat subuh berjamah, Pak Isnan yang mengimami kami menyampaikan beberapa tauziah. Tauziah ini menurut saya adalah hal yang paling berkesan saat recognition. Pak Isnan menyampaikan kembali tujuan mengapa recognition ini diadakan. Momen ini saya pakai untuk merenung. Sambil mendengarkan tauziah saya mengintropeksi diri. Mengingat apa saja kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Pantas dan tidaknya hal itu dilakukan sebagai seorang fasilitator. Berkaitan dengan adab dan akhlak memang hanya orang lain yang bisa menilai, karena mereka lah yang melihat, bukan kita. Mungkin bagi sebagian orang apa yang mereka lakukan biasa saja, tapi bisa saja ternyata terlihat buruk di mata orang lain.

Begitu tauziah selesai kami bersiap untuk sarapan. Setelah itu kami melakukan pemanasan sebagai persiapan Tracking, acara inti, menuju Kawah Ratu. Satu hal yang ditekankan sejak awal, Puncak adalah Bonus, yang terpenting adalah kembali dengan selamat. Dengan membaca Bismillah akhirnya pendakian dimulai.

Sebelum pergi camping, saya sudah terlebih dahulu mencari tahu tentang Kawah ratu. Kawah ratu adalah sebuah kawah Vulkanik yang masih aktiv dan terletak di Gunung Salak. Yang menarik dari Kawah Ratu ini adalah Kawahnya berada di lereng gunung, bukan puncak gunung. Hal ini belakangan saya ketahui setelah sampai kesana. Saya kira kawah ratu adalah puncak. Ternyata bukan. Kawah Ratu adalah tujuan pendakian kami. Tapi bagi saya Kawah Ratu tetaplah puncak, puncak bagi kami para fasilkitator yang melakukan pendakian.

Dari arah gerbang pendakian, kami melalui jalan pendakian berbatu. Saat baru mulai saja sudah terlihat bahwa jalur yang kami lalui ini akan menembus hutan huajn tropis yang masih rapat. Kanan kiri kami dikelilingi pohon pinus, salak, cokelat dan lain sebagainya. Tak jarang kami melewati sungai kecil yang dangkal yang mengharuskan kami sedikit basah-basahan. Alhamdulillah, selama pendakian kami mendapat banyak bonus berupa jalanan landai. Kami pun tidak khawatir kehabisan air karena aliran sungai sepanjang perjalanan dapat dijadikan sumber air saat haus. Walau terdapat tanjakan, namun tanjakannya tidak begitu curam, masih bisa kami lewati. Mendekati pertengahan jalur kami berpapasan dengan beberapa anak SMA yang camping di sebelah camping ground kami. Sejak jam empat pagi mereka memang sudah memulai pendakian. Sehingga saat kami baru akan mencapai pertengahan jalur mereka sudah dalam perjalanan turun.

Setelah kurang lebih dua jam perjalanan, kami sampai di tengah-tengah pendakian. Salah satu teman kami mengalami kecelakaan. Ia terjatuh dua kali, dan saat ia jatuh untuk yang kedua kalinya ashmanya kambuh. Ia tidak bisa bernapas, dan sempat pingsan. Hal ini sempat membuat kami panik. Kami beristirahat sebentar di sana sambil menunggu kondisi teman kami pulih. Tapi rupanya Alloh berkehendak lain. Sampai saatnya kami harus melanjutkan perjalanan teman kami itu tidak bisa melanjutkan perjalanan. Sempat terjadi sedikit drama antar teman fasilitator. Tapi untungnya kami terbiasa dengan drama semacam itu sehingga tidak mengganggu fokus kami untuk melanjutkan perjalanan. Bukannya kami tidak peduli, tapi adakalanya suatu peristiwa memang harus terjadi sebagai bahan pelajaran untuk diambil hikmahnya. Saat itu saya berpikir, akan ada cerita , akan ada hikmah yang dapat dijadikan motivasi dari kejadian ini.

Setelah kami melanjutkan perjalanan, jalur yang dilalui alhamdulillah bisa kami lewati tanpa suatu halangan. Walau sempat terjadi beberapa kali hujan gerimis, tiba-tiba panas terik, mendung, gelap, berkabut lalu terang lagi, kami akhirnya sampai di Kawah Mati. Kawah mati ini adalah kawah yang sudah tidak aktif lagi. Dapat dilihat daerah sekitar kawah mati tersebut seperti namanya, mati. Tumbuhan menghitam seperti terbakar, tanah ke abu-abuan. Air sungai mengalir putih keabuan bekas vuilkanik dan belerang. Yang uniknya adalah, di tengah tengah ekosistem yang mati masih tumbuh beberapa lumut yang sangat hijau. MasyaAlloh sangat indah. Memang sangat kontras kelihatannya, tapi inilah kebesaran Alloh. Karena handpone dikumpulkan sejak awal acara, kami para peserta tidak sempat mengambil dokumentasi diri(baca: selfie). Jadi saat di kawah mati ini panitia memberi kelonggoran dengan boleh mengambil dokumentasi dengan meminjam HP milik Panitia. Saat itulah saya sadar, saya bisa sampai sejauh ini karena saya tidak memegang gadget. Mungkin bila saya memegang gadget saya adalah orang yang paling terakhir akan sampai, mengingat saya selalu gatal mengabadikan segala sesuatu dengan kamera hp saya.

Setelah puas berfoto ria, perjalanan kami lanjutkan kembali. Inilah tahap-tahap yang mendebarkan. Jarak antara kawah mati menuju kawah ratu sekitar 1km lagi. Asap sudah terlihat membumbung. Tapi jalur pendakian rupanya lumayan terjal. Saya tidak berhenti berkomat-kamit saat mendaki. Karena jalur pendakian ini cukup curam. Tetapi setelah melewati jalur ini alhamdulillah banyak jalur landai yang kami dapati. Yang berkesan bagi saya adalah, saat saya memasuki jalur pintu ke Kawah Ratu.  Mungkin sekitar 200 meter ke kawah. Saya melihat pepohonan di sekitar yang mati. Hitam seperti arah, bahkan ada sebagian yang berwarna abu-abu tanpa daun. Saat itulah saya melihat sebuah bunga yang indah. Bunga yang membuat jantung saya berdegup kencang. Bunga yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Bunga itu sederhana, tapi warnanya sangat mengagumkan. Warnanya jingga. Jingga terang, seperti baju seragam yang diberikan oleh sekolah. Seumur hidup saya belum pernah lihat bunga ini, namanya saja saya tidak tahu. Belakangan saya tahu bunga itu adalah bunga Lily Orange. Bunga ini dilambangkan sebagai ketulusan dan pengabdian. Rasanya perasaan hati saat tahu tentang makna bunga itu campur aduk rasanya. Saya bukannya sedang mendramatisir hal ini, tapi setelah kegalauan yang dilalui (yang saya tahu bukan Cuma saya yang merasakan hal ini) kepercayaaan yang diuji, keyakinan yang hampir goyah, Alloh mempertemukan saya dengan bunga ini mungkin sebagai pengingat untuk saya. Teringat saat itu tentang salah satu ayat alqur-an, “Segala puji bagi Alloh, Dia akan memperlihatkan kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lali dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Naml). Mungkin lewat perantara bunga ini Alloh berniat meneguhkan hati saya pada jalan yang telah saya pilih bersama Jingga.

Setelah melewati bunga tersebut, kami harus melewati jalur curam sekali lagi. Tapi kali ini jalur curam itu mengarah ke bawah, bukan ke atas. Setelah itu akhirnnya kami sampai pada Kawah Ratu. Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk bisa menyaksikan salah satu kebesaranNya. Itu adalah pertama kalinya saya menyaksikan sungai mendidih dengan penuh kepulan asap. Sebelumnya saya pernah menyaksikan sungai yang meletup-letup di telaga warna, tapi tidak seperti ini. Kami menyempatkan diri untuk berfoto ria mengabadikan keberadaan kami di sana. Duduk-duduk sambil mengunyah bekal cokelat seadanya. ohya, saya lupa menceritakan bahwa teman kami yang sempat terjatuh di tengah perjalanan akhirnya tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus turun ke bawah. Ia ditemani oleh ketua kelompok kami, adiknya, dan Pak Firdaus selaku penanggung jawab p3k.  Hal yang ironi saat itu adalah, bekal makan siang yang kami bawa berada di tas ketua kelompok kami, bu Santi. Tapi karena ia harus turun ke bawah, maka kami harus menahan lapar dan harus bersabar dengan berbagi cokelat (sekalian curcol ini ceritanya.. hehehe)

Sayangnya, kami tidak bisa berlama-lama di Kawah Ratu. Asap belerangnya sangat beracun. Bahkan beberapa teman yang sudah sampai di pintu pun banyak yang tidak berani tureun sampai ke bawah dan hanya puas menyaksikan dari jauh. Kami lalu melanjutkan perjalanan berikutnya untuk turun kembali ke Camping Ground. Saat perjalanan turun ini Saya berada di tim paling depan. Secara tidak sadar sebenarnya kami telah membagi tugas untuk saling menjaga dan mensuport beberapa kawan yang kami khawatirkan. Contohnya saja bu Nur yang selalu bersama Bu Teti. Bu Okta walaupun tidak sekelompok dengan Bu Shinta tapi sengaja berada di barisan belakang untuk bersama beliau. Sedangkan saya, saya mengawali Bu Siti Sarah. Sejak sebelum pendakian, bu Siti Sarah sempat mengatakan bahwa ia tidak bisa berjalan jauh. Jadi kami memprioritaskan beliau untuk berjalan di barisann depan. Perjalanan turun berbeda dengan perjalanan naik. Perjalanan turun kali ini saya rasakan auranya lebih santai ketimbang saat naik. Tapi rupanya baru seperempat perjalanan saya tidak bisa santai lagi. Karena harus mengawal bu Siti Sarah yang rupanya kuat berjalan stanpa beristirahat sampai di bawah(serius...., saya aja heran). Lewat pertengahan jalan kami bertemu pendaki lain yang mendirikan tenda di samping jalur pendakian. Pemandu kami memutuskan untuk menunggu rombongan lain. Saat itu kondisinya saya sedang menahan keinginan buang air kecil dan Sendal bu Siti Sarah lepas. Mau tidak mau saya menuruti keinginan bu Siti Sarah untuk melanjutkan perjalanan hanya berdua saja tanpa pemandu. Pemandu membiarkan kami dengan memberi intruksi jika kami ragu dnegan jalan yang akan dilalui kami cukup berhenti.disinilah mulai terjadi beberapa hal yang lucu.

Sejak kami berpisah dengan pemandu kami beberapa kali berhenti untuk memilih jalan. Ada beberapa cabang jalan yang memang harus kami pilih. Tapi karena jalurnya lurus sejak kami mendaki kami belum menemui kesulitan. Sampai pada saat saya akhirnya harus berhenti untuk beristirahat sedangkan bu Sarah yang berada di depan saya terus berjalan karena saya tidak memberi tahu bahwa saya ingin beristirahat. Saya terus menyaksikan bu Siti Sarah dari jauh sampai hampir tidak terlihat karena akan melalui persimpangan lagi. Saat itulah saya mengejar bu Siti Sarah. Saat mengetahui saya berjalan agak terburu-buru di belakangnya, diamenoleh ke belakang. dia meenanyakan kepada saya untuk memilih jalan. Saya mengikuti i9nsting saya untuk memilih jalan yang bagian kiri berhubung sebelah kanan adalah sungai. Hal yang lucu terfjadi, bu Siti Sarah menanyakan suatu pertanyaan yang smapai saat ini jika saya mengingatnya saya akan tertawa. “Ini Bu Erna beneran kan?” saya lantas tertawa spontan. Saya menjawab,”Bukan, ini bukan bu Erna,”. Rupanya sebelum dia mendaki dia sempat mendengar beberapa cerita tentang setan gunug yang akan menyamar menjadi teman kita untuk emberi arah yang salah. Tidak lama setelah itu pemandu kami menyusul, rupanya kelompok lain belum muncul juga. Dan ia juga mengkhawatirkan kami yang hanya berdua.

Semakin dekat dengan arena camping kami melewati Curug Sembunyi. Saya bartanya kepada pemandu apakah ada air terjun disitu. Pemandu mengatakan emmabg disitu ada air terjunnya. Kami sepakat untuk menunggu kelompok lain disitu. Saya memuasakan keinginan untuk berenang tepat di bawah air terjun. Karena airnya sangat dingin, saya tidak berlama-lama disitu lalu melanjutkan perjalanan. Pukul dua siang kami sampai di camping Ground. Saya langsung mandi, berganti baju lalu solat zuhur dan asyar dengan menjamak.

Sambil menunggu teman-teman lain yang belum tiba, saya memasak nasi dan makan cemilan seadanya. mendekati waktu magrib barulah satu persatu teman-teman datang mengakhiri pendakiannya. Tidak ada intruksi saat itu, kami secara mandiri mempersiapkan diri untuk solat magrib, lalu makan malam. Pak Firdaus terlihat menyiapkan kayu untuk api unggun.

Setelah salat magrib dan makan bersama, acara dilanjutkan dengan bercengkrama mengelilingi api unggun. Pak Isnan selaku penanggungjawab memimpin acara ini. Kami secara bergantian menyampaikan kesan-kesan dan hikmah yang dapat kami petik dari kegiatan pendakian hari ini. Saya pribadi lumayan menahan diri dan banyak merenung saat pendakian. Pak Isnan menyebutkan saya kalem hari ini. Dalam hati saya berdoa semoga kalemnya bisa seterusnya ya pak, namanya juga usaha. (hehehe.) Malam kami tutup dengan beristirahat.

Esok harinya seperti biasa kami bangun untuk melaksanakn solat lail, lalu bersiap solat subuh berjamaah. Setelah itu memasak dan sarapan bersama. Tidak ada apel penutupan, kami hanya berkumpul sambil mendengarkan beberapa insight dari Pak Isnan. Acara ditutup. Tenda-tenda dibereskan, Carier kembali penuh dnegan baju-baju. Ritual selanjutnya adalah foto-foto. Perjalanan pulang berlangsung lancar tanpa hambatan. Saya memuaskan hasrat untuk makan soto mie bogor sebelum pulang. Beberapa teman yang ngebet ingin makan nasi padang p[un menunaikan keinginannya. Pengalaman Recognition tahun ini luar biasa. Semoga kami bisa mengambil insight, hikmah, dan pelajaran dari kegiatan ini. Semoga kami semua dapat berubah menjadi lebih baik. Semoga kita semua bisa mengikuti Recognition berikutnya. Dengan tempat yang lebih menantang dan acara yang lebih menarik.

Sekian.


Senin, 19 Desember 2016

-Self Oriented-

#Ernatalk

Bismillah.

Heran deh, ada yah manusia yang egoisnya sebegitunya. Kalau dinasehatin selalu pake tameng "saya kan emang begitu orangnya". Seakan2 semua orang disuruh ngertiin dia, terus kapan kamu mau ngertiin orang lain?

Dulu saya juga pernah begitu, saya sebut itu masa2 gelap, narsistik, masa jahiliyah. Tiap ada orang yang ngritik selalu aja gak terima, merasa selalu di salah2in.

But, masak iya kita mau kayak gitu terus, ingat umur donk.. Malu sama angka.. Kesadaran itu jangan ditunggu, hidayah itu jangan dinanti, tapi dicari, dijemput.. Karena hidayah layaknya rejeki, MANJA, pengennya dijemput.

Kita bukanlah pusat bumi. Dimana semua orang harus merhatiin kita, harus mendengarkan keluh kesah kita, harus memperhatikan keberatan kita, harus memaklumi kesalahan kita, dimana orang lain selalu dipihak yang harus bertanggung jawab atas segalanya.

Alloh bikin otak kita berbeda dengan makhluk Alloh yang lain, because memang kita makhluk Alloh yang sempurna. Yang bisa berpikir, yang bisa memilih, mana yang benar mana yang salah. Mana yang pantas, mana yang tidak pantas. Kapan kita harus diam, kapan kita harus marah, dan kapan kita harus meminta maaf.

Jadi orang kepalanya jangan keras kayak batu, perasaannya dipake, biar gak emosian, biar tahu apa yang dirasakan orang lain, biar gak maunya dingertiin melulu, sekali sekali mbok yo ngertiin orang lain juga.

Saya pernah bikin postingan tentang salah dan benar. Bahwa sebenarnya gak ada itu yang namanya salah dan yang namanya benar. Yang ada hanyalah masalah sudut pandang (Scroll ke bawah deh.. Ada tu postingan).  Saat kita merasa benar dan menganggap orang lain salah jangan lupa bahwa orang lainpun bisa saja merasa benar dan menganggap kamu salah. Saat kamu merasa disakiti jangan lupa bahwa bisa saja pihak lain juga merasa terzalimi. Sekali lagi, ini masalah sudut pandang.

So please, grow up!!! Dont be childish. Kalau ada orang yang ngasih saran itu dengarkan. Jangan masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Jangan nyaut melulu. Jangan merasa benar melulu, jangan merasa bahwa kamu orang yang paling dirugikan, jangan merasa bahwa kamu orang yang selalu disalahkan. It is not good.

Saya berani ngomong seperti ini karena saya pernah melalui itu semua. Siapa saya? Saya adalah -The Queen Of Drama-. Siapa saja yang berurusan dengan saya akan selalu saya anggap pelaku dan saya selalu mgganggap diri saya korban. But it is the past. Itu dulu. Sebelum saya sadar. Bahwa jadi Ratu Drama itu melelahkan. Dan itu tidak adil untuk orang lain.

Kalau memang kamu orangnya begitu, ya kamu harus paham bahwa orang lain memang begitu juga. Jadi siapa yang waras? Yang waras ya harus mengalah. Kalau ada konfrontasi or konflik or masalah maka hadapilah dengan gentle. Kalau salah ya ngaku salah. Kalau benar, ya tunjukkan kalau benar. Ngotot dan ngambek itu gak menyelesaikan masalah.

Dewasalah saat menghadapi segala sesuatu. Biasakan mendengar sebelum berbicara, biasakan diam dan berpikir sebelum memgambil keputusan. Jangan grusa grusu, terus ntar kalau nabrak kembali lagi: Saya kan emang orangnya begini, kamu harus ngertiin donk. PLAKkkk.. Tak tampar lambemu nanti!

Well..
Menuliskan ini cukup menguras emosi saya. Saya bukan orang yang sempurna, tapi saya belajar. Maaf jika ada yang tersinggung, memang itu tujuan saya (Ehhhh.... 😆). Saya dulu juga sama seperti anda, tapi saya mau diam sejenak, mendengarkan, berpikir, dan memahami. Saya mencoba menjadi lebih baik. Berubahlah sebelum terlambat. Sebelum kamu merasa semua orang kamu anggap musuh.

Stay cool, and keep Istiqamah.

Berubah!!!
Karena yang boleh egois itu cuma anak bayi yang belum ngerti apa-apa!!!

Maafkan kalau ada bahasa inggris yang salah, itu unsur kesengajaan. Hahaha.

Wassalam.


Rabu, 16 September 2015

Jingga, i'm in love....

Bismillah...

Apa kabar?
Semoga masih senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Sang Maha. Serta selalu diberi keistiqamahan untuk selalu mengunjungi blog ini walaupun jarang diupdate (apaan sih ini, hehehe)

Well, alhamdulillah, genap sudah 4bulan saya hijrah meninggalkan kota Jayapura tercinta. Episode tentang tarik ulur memesan tiket, nangis bombay berantem sama mama, ngumpet di kamar seharian, sampai saat tiba di Curug menghadapi home sick, bingung mau ngapain, semua sudah dilewati...

Well, cerita di balik hijrahku yang mendadak itu nanti akan kuceritakan di episode yang berbeda. Kali ini aku akan bercerita tentang jatuh bangunku (lebay deh....) move on dari Jayapura dan menyempurnakan momentum hijrahku ... :)

Menjelang puasa ramadhan kemarin, kegalauan dan kegundahan datang. Bukan karena apa-apa. Tapi karena aku mulai bosan di rumah. Kepindahanku yang mendadak itu mewajibkanku mengumpulkan teman baru, mencari komunitas baru, pekerjaan baru, dan bahkan rekening baru. {Oke masalah rekening kita bahas di episode HIJRAH}

Memanfaatkan momentum hijrahku, aku mencoba mencari "saudara" yang akan membantu memperlancar proses hijrahku ini. Secara tak sengaja, ada seorang followers, kami saling meretweet. Aku selalu kepo pada orang2 yang mau menjadi folowersku. Bukan apa, hanya sekedar mengecek profile yang memberikan sedikit gambaran latar belakang orang tersebut. Lewat beliaulah aku akhirnya mengetahui tentang sebuah sekolah alam bernama Jingga. Kebetulan saat itu aku memang sedang mencari kesibukan. Jadilah aku mulai searching soal Jingga itu.

Sekolah alam, bukan isu baru. Aku pernah menonton liputannya beberapa kali di TV. Pernah membaca beberapa kali di berbagai blog. Sekolah alam adalah sebuah konsep sekolah yang mendasarkan sumber, pengalaman, alat, bahan, dan tempat belajarnya dari alam.

Tapi sekolah alam yang ini berbeda, entah mengapa melihat anak-anak kecil tersenyum sumringah di berbagai foto dokumentasi di blog tersebut membuatku jatuh cinta. Mengapa mereka sebahagia itu di Jingga? Mengapa belajar kelihatannya sangat menyenangkan disana?

Kegiatan sekolah mereka tentunya sangat berbeda dengan sekolah lainnya. Walaupun pasti ada beberapa kesamaan dengan sekolah alam lainnya. Tempat belajar mereka yang hanya beratap rumbia, anak2 kecil lucu berlarian menggunakan sepatu bot bermain dengan tanah tanpa seragam sekolah. Tetapi lebih daripada itu, yang membuat saya klepek2 jatuh cinta adalah saat akhirnya tau apa makna JINGGA sesungguhnya.

Jingga, bermakna Jamaah inginkan surga. Jamaah yang bersama bahu membahu belajar untuk menjadi pribadi yang baik, santun, dan saling memotivasi agar menjadi semakin lebih baik dan lebih bak lagi.

Saat itu jugalah saya langsung mengontak beliau menanyakan, apakah masih ada lowongan untuk bergabung di Jingga? Dan alhamdulillah.... masih ada!

Saat itu, jujur.. saya tidak berniat bekerja, tidak. Saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah saya ingin belajar. Karena motto saya manusia itu harus selalu bermanfaat bagi orang lain. Belajar saya adalah untuk mengajarkan kembali. Dan mengajar saya adalah untuk belajar saya juga.

Sempat sedih saat konfirmasi tes dan waktu wawancara ternyata tidak bisa saya penuhi. Saat itu dalam hati saya katakan, jika Alloh memutuskan Jingga dalam takdir saya, maka Akan ada jalannya. Dan Alhamdulillah, esoknya saya dipanggil lagi dengan rescheddule waktu tes dan wawancara.

Saya ingat benar, saya sampai mencari kontak teman saya di Bekasi @anggiwidhi demi tak nyasar saat sampai disana. Alhamdulillah, di twitter juga banyak yang memberi tahu arah dan jalan. Jingga berada dekat kantor kelurahan. Dengan nekat menggunakan ojek saya sampai disana.

Pertama kali melihat saung2 cokelat, pohon gersen (kalau di Bekasi mereka menyebutnya pohon ceri), dinding aula yang penuh dengan koran, seorang ibu berjilbab rapi (yang belakangan saya tahu itu adalah bunda Febi, yang sekarang sudah saya anggap sepihak sebagai ibu saya di Bekasi :D), saat itu pulalah azzam di dada semakin menggebu. Ini adalah Rumah. Ini adalah tempat saya. Bismillah, ya Rabb, mudahkan.. berilah petunjuk. Saat itu doa dalam hati saya. Karena saya tahu, Alloh pernah berfirman dalam kitabNya, yang saya lupa surat dan ayat berapa, Mungkin saja kau anggap sesuatu itu baik untukmu tapi ternyata buruk bagimu, Alloh lebih mengetahui mana yang baik untukmu. Kurang lebih begitu.

Alhamdulillah, tes pertama saya lakukan. Saya ingat sekali, saat itu saya diminta menggambar pohon berkayu selain pohon kelapa. Lalu saya diminta menggambar seorang wanita dan memberikan kelebihan dan kekurangannya. Dalam hati saya, ini namanya tes psikologi melalui gambar. Hehe, sok tau saya.

Setelah itu saya dipanggil ke sebuah ruangan, rupanya itu adalah ruangan kantor untuk kepala sekolah dan pejabat (ce ileh.... hehe) sekolah. Di sana saya bertemu dengan beberapa orang. Beberapa menit setelah bincang2 ada seorang bapak muda (iya pak, masih muda kok pak :D) yang masuk ke dalam ruangan. Ternyata beliau adalah ketua yayasan. Beliau hanya menanyakan satu pertanyaan kepada saya, tapi untuk menjawabnya saya harus bersusahpayah menahan airmata walaupun akhirnya saya sukses nangis bombay di depan semuanya. Saya ingat saat itu beliau menanyakan, mengapa anda ingin mengajar di Jingga. Jawaban saya sangat singkat, karena saya merasa Jingga adalah rumah saya.

Setelah tes dan wawancara itu apakah saya langsung diterima? Tidak semudah itu. Sekali lagi ujian datang. Saat itu saya sebenarnya terlanjur menerima tawaran mengajar di sebuah smp negeri di kelap dua Tangerang. Karena terus terang, saya bosan di rumah dan tidak memiliki kegiatan apa-apa. Kondisi tersebut sebenarnya menjadi halangan saya karena Jingga meminta saya dan para calon fasilitator lainnya untuk full di sana.

Sekali lagi saya berkata dalam hati, yaa Rabb, mudahkan jalanku, berikan solusinya jika memang Kau meridhoi Jingga ada dalam cerita hidupku (bahasanya kagak kuat.... hehe)...

Saya sampai nangis bombay lagi, apapun jalannya saya pengen di Jingga... apapunnnn..... kalau benar Jinnga baik untuk hamba, berikanlah jalan... jika tidak, pisahkanlah kami sampai di sini. (Hikssss)

Saya shalat istikharah. Mohon petunjuk. Jawaban tak jua datang. Sampai hari saat akhirnya saya diminta bertemu Rifky sama bunda Feby. Siapa Rifky? Rifky lah jawaban saya. Rifky adalah anak cerdas yang memiliki sebuah keistimewaan. Dia berbeda dengan anak lain. Saat bertemu dengannya terbayang lah sudah apa saja yang akan kami lakukan berdua. Setelah bertemu Rifky, bunda Feby mengajak saya berbicara.

Kondisi saya tidak memungkinkan untuk mengajar di kelas seperti guru lainnya. Kondisi saya yang khusus ini cocok dengan kondisi Rifky yang khusus juga. Bu Feby menawarkan saya untuk menjadi fasilitator HE. Home Education (Home schooling) untuk Rifky dan seorang anak lagi yang belakangan saya tau namanya Irhas.

Alhamdulillah, qodar Alloh. Bismillah saya terima....

Mengajar di Jingga bagiku adalah awal aku menemukan rumah, awal aku menemukan kelurga, awal aku belajar untuk mengajar dan awal aku mengajar untuk belajar. Saya merasa di Jingga bukan hanya murid2 yang belajar, tapi saya juga belajar. Bukan hanya Rifky dan Irhas yang teraphy tetapi Jingga juga theraphy untuk saya. Beberapa bulan telah berlalu, saya selalu berdoa semoga Alloh memanjangkan jodoh saya bersama Jingga lebih lama. Semoga Alloh senantiasa memberikan kesehatan agar saya selalu kuat menempuh perjalanan 4jam Curug-Bekasi tiap minggunya. Jingga is my home, Jingga is my teacher, Jingga i'm in Love....

Terimakasih Alloh, sudah mempertemukan dan menjodohkanku dengan Jingga.... :)

Sabtu, 05 September 2015

Tangis Subuh

AdzanMu sudah terdengar memanggil-manggil di sudut surau...

Aku masih terduduk kosong di atas sajadah, menangisi entah apa, menengadahkan tangan, berharap walau entah apa yang diharapkan.

Subuh ini menjadi saksi kepasrahanku, subuh ini menjadi saksi kepayahanku, subuh ini menjadi saksi kelelahanku..

Sungguh, hanya kepadaMu aku berkeluh kesah, hanya diriMu satu-satunya tempat bersandar, hanya diriMu satu-satunya tempat aku bersimpuh memohon pertolongan..

Rabb, kabulkanlah setiap permohonan....

Kamis, 09 Juli 2015

Different… Not Less!

Bismillah,

Setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan dunia yang tak berujung akhirnya saya bisa menulis lagi. Well, sebenarnya tangan ini udah gak sabar pengen ngebelai-belai si Axioo yang udah lama gak dipake buat ngetik. Tapi Qodar Alloh, si Axioo drop kondisi badannya sejak sampai di Curug. Setiap kepanasan ia akan mati sendiri dan gak akan bisa nyala lagi sebelum tubuhnya dingin. Hiks, emang kayaknya udah waktunya pensiun itu si Axioo.

Well, sekian lah basa-basinya. Baca judul di atas pasti bertanya-tanya.

Different, not less .

Berbeda, tidak berkekurangan.


Kalimat ini saya temui pada film Temple Grandin dan  kalimat ini sukses menancap dalam pikiran saya setelah menonton sebuah film biografi milik Temple  Grandin. Temple Grandin adalah seorang Autism. Dalam filmnya diceritakan tentang perjalalanan hidupnya yang sangat inspiratif. Temple Grandin lahir di Boston, Massachusetts pada 29 Agustus 1947. Sebelum didiagnosis mengidap autis pada 1950, awalnya Grandin didiagnosis mengidap kerusakan otak ketika berusia dua tahun.  Ia tidak dapat berbicara sampai umurnya menginjak 4tahun. Saat inilah akhirnya ia didiagnosa terkena autisme.

Film ini menjabarkan tentang bagaimana cara berpikir Temple Granden yang seorang Autism. Ia melihat hal-hal disekitarnya dengan cara yang berbeda. Orang-orang disekitarnya tidak dapat mengerti apa yang ia pikirkan. Sebagai pendidik yang menarik bagi saya adalah bagaimana orang-orang terdekat Temple berperan banyak dalam pendidikannya.

Autism adalah istilah yang merujuk pada sekumpulan gangguan perkembangan yang mempengaruhi otak. Gangguan pada otak ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, dan merespon dunia luar dengan baik.

Seperti dalam film, para Autism sering disalahpahami, dan dianggap sibuk dengan dunianya sendiri. Mereka gemar melakukan hal-hal yang absurd secara berulang-ulang, dan sering mengalami serangan kecemasan.

Seperti yang di alami Temple yang digambarkan dalam film, Ia sering memperhatikan hal-hal yang tidak banyak dipedulikan orang dan membayangkan hal kompleks hanya dengan memperhatikan sesuatu yang sederhana. Contohnya saja saat ia mengulangi berkali-kali membuka dan menutup pintu gerbang. Ternyata saat itu ia menghitung kecepatan laju gerak pagar, dan bagaimana caranya agar pagar tersebut bisa terbuka tanpa perlu ada yang repot-repot mendorongnya. Dari hal yang sederhana itu ia dapat menciptakan alat baru yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain membuatnya.
Yang perlu kita lakukan saat menghadapi mereka di saat seperti ini adalah mengikuti dan membiarkan mereka mengekspresikan apa yang mereka pikirkan seperti yang dilakukan bibi dan ibu Temple.

Menghadapi seorang Autism haruslah penuh kesabaran. Dalam film ini diperlihatkan bagaimana Ibu Temple yang sangat sabar terus menerus mendampingi dan memotivasi Temple dan tidak membedakannya seakan-akan ia bukan seorang Autism. Ternyata hal ini berpengaruh baik padanya. Walaupun dengan segala perbedaan yang ia punya, Temple dapat berinteraksi dengan orang lain, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Berbeda dengan situasi Temple, kebanyakan orangtua para Autism terlalu memanjakan anak-anaknya. Hal ini menyebabkan mereka lebih rentan.

Selain keluarga, guru pun memegang peranan penting dalam pendidikan seorang anak Autism. Seperti halnya Temple. Beruntungnya ia memiliki guru yang sangat memahami pola pikirnya, Dr. Carlock. Di sekolahnya Temple dianggap bodoh karena tidak dapat menghitung aljabar dan tidak bisa mempelajari bahasa. Dr. Carlock inilah yang membantu membuat semua teman-teman gurunya paham bahwa Temple tidak bodoh, ia hanya berpikir dengan cara yang berbeda. Temple yang memiliki pola pikir secara Visual tentu saja tidak dapat memahami hal-hal yang sulit digambarkan seperti bahasa dan matematika. Untuk itulah pentingnya guru sebagai fasilitator mendampingi, memahami, dan membantu kebutuhan mereka yang berbeda dari anak-anak lainnya. 

Pada akhirnya, kombinasi pendidikan yang baik antara orangtua dan guru diperlukan untuk mencapai keberhasilan anak Autism. Karena sesungguhnya seperti apapun kondisi mereka, mereka memiliki hak untuk mendapat pendidikan.


يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ............
Artinya :”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”(QS.Al-Mujadalah:11)
 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ -
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ -
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ -
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ -
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ -

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq

Sekali lagi mereka hanya berbeda, bukan memiliki kekurangan. 


nduk'NHA

Senin, 02 Maret 2015

DRAMA

Butuh sedikit waktu untuk pulih saat melihat foto-foto itu ditayangkan ceria di hadapanku.
Gemerlap baju pengantin, megahnya resepsi, sucinya akad dengan menggunakan bahasa surga,
Kau, ada di sana, dengan senyum terbaik,
Aku berkedip, lalu melihat sekali lagi..
Ini bukan mimpi...

Entah lah... aku kagum, iri, sedih, cemburu di saat bersamaan....
Hati ini tahu kalau luka yang dulu pernah ada sedang pedih karena tersiram cuka,
tapi mata ini tidak menitikkan airmata sama sekali...
Mungkin kau bertanya, mengapa?
Mungkin karena aku sudah memepersiapkan hal ini sejak kita bertemu...

Cermin, adalah musuh sekaligus teman terbaik untuk mengevaluasi diri.
Drama adalah kata yang aku gambarkan untuk cerita ini.
Cerita yang akhirnya selesai dengan ujung bahagia untukmu, dan kepastian untukku.

aku hanya bersyukur bahwa hari ini akhirnya aku bisa dengan tenang menutup buku dan benar2 memulai sesuatu yang baru, buku baru, lembaran baru, kisah yang baru semoga dengan tokoh yang lebih baik darimu.

Tidak ada sumpah serapah, tidak ada tangis tragis, hanya ada sebuah lubang besar di sana di tempat yang pernah kau sentuh. Lubang itu mungkin tidak akan pernah tertutup, akan tetap kosong seumur hidup. Tapi lambat laun semoga waktu bisa mengisinya dengan harapan melalui doa-doa yang tak pernah putus dari bibirku.

Ini akhir dari sebuah drama, semoga drama terakhir yang pernah aku mainkan.
Semoga bahagia untukmu.

Kamis, 01 Januari 2015

#2015

Langit penuh warna - warni,
Kamuflase,
Melenyapkan pandangan dari lautan hitam di balik kembang api,
Milyaran uang dibuang sebagai simbol dari "Tahun baru"
Mereka berteriak harapan tanpa tahu apa itu,


nduk'NHA

Rabu, 14 Agustus 2013

Hati yang tertutup




(photo credit: a ocoy, edited by Atviana, Location: Cologne ; Jerman, Brilliant idea of sev's word: Me)

















"Ada sebuah ruang yang sudah lama kututup,
Dan apapun yang terjadi ruang itu akan tetap begitu."
@ndukNHA

Waena, 14 Agustus 2013


Rabu, 07 Agustus 2013

Happy Ied Mubarok...


BISMILLAH,
MAY ALLOH ACCEPT YOUR GOOD DEEDS ;
FORGIVE YOUR TRANSGRESSIONS ;
AND EASE YOUR WORDLY SUFFERINGS ;
WISH YOU A VERY JOYOUS AND PEACEFUL EID
^_^

Selasa, 30 Juli 2013

Begitu Salah, Begitu Benar

" Jangan pernah takut salah, tapi takutlah jika terus-menerus salah. Karena itu berarti kau tidak pernah belajar." @ndukNHA


Assalamualikum Dear...
Sudah lama Erna tidak mengoceh yah... ^^/
Apa kabar semua?
Semoga selalu diberikan kesehatan, kelimpahan rejeki, dan kesempurnaan iman.. :D
Aamiiinn...

Well dear,
beberapa hari ni Nha agak galau..
Ceritanya kemaren Nha ditegur oleh seorang teman, soal sikap Nha yang katanya "tidak pantas".
Jadi Nha ini bisa dibilang lumayan rumit posisinya, orang yang banyak disorot dan diperhatikan..
Sikap "tidak pantas" itu jujur aja gak sadar Nha lakukan, tapi Nha g mengelak kalau itu memang disengaja.
Dan ternyata itu jadi bumerang untuk Nha..

Mungkin teman2 tau,
Nha ini sedang dalam masa transisi..
Benar-benar belajar dari awal untuk bergaul, berbicara, bertingkahlaku, singkatnya Nha ini sedang benar-benar belajar jadi orang baik.
Nha bukan galau karena merasa disalahkan, karena Nha mengakui memang  Nha salah..
Tapi Nha galau karena kesalahan yang terjadi sudah cukup banyak. Tidak berulang, tetapi banyak.
Dan Nha takut mereka-mereka jenuh, bosan, atas semua kesalahan2 itu dan nggak mau peduli lagi sama Nha.

Nha kemaren sempat mewek sendiri pas baca BBM temen Nha, yah.. walaupun Nha ini dibilang STRONG GIRL, tapi Nha bisa cengeng juga... mungin itulah ambang batas kekuatan seorang Nha..
 Nha merenung sendiri, kira-kira apa yang belum sesuai sehingga Nha terus menerus melakukan kesalahan.
Mengapa Nha terus-terusan nggak sadar saat berbuat salah..
Apa hati ini sudah mengeras sehingga nggak peka sama sekitar? Naudzubillah...
Nha sempat menyalahkan diri sendiri... sempat membenci diri sendiri, beberapa saat...
Pokoknya kayak nggak suka banget sm yang namanya ERNA... Padahal Erna itu ya Nha, diri saya sendiri...

Sampai saya ingat Display Picture bbm yang sering saya pakai yaitu gambar screenshoot dari memo saya yang tulisannya seperti ini:

"Jika manusia menyalahkan orang lain dia harus belajar, jika manusia mulai menyalahkan dirinya sendiri dia mulai belajar, jika manusia tidak menyalahkan siapa-siapa lagi maka pembelajaran telah usai"

Nah disinilah Nha sadar... bahwa sekarang ini Nha memang benar-benar dalam proses belajar...Satu hal positive yang membahagiakan, bahwa ternyata Nha masih punya naruni yang takut menyalahi sesuatu yang berakibat menyakiti orang lain..

Setelah sempat down beberapa saat akhirnya Nha bangkit lagi...
Nha sadar kalau Nha memang hanya manusia, yang walaupun mencoba untuk terus menerus berbuat baik tapi masih bisa salah juga... itu tanda bahwa usaha Nha untuk menjadi lebih baik belumlah maksimal... Dan Nha harus bersyukur masih diperlihatkan kesalahan untuk mendapatkan kebenaran.. dan masih diberikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri..

Dan akhirnya Nha sadar juga, bahwa dalam proses mengubah diri sendiri menjadi lebih baik, akan banyak orang yang terus menerus memperlihatkan kesalahan kita. Yang perlu kita pahami, apapun yang membuat kita menjadi baik itu berarti baik. Tak usah kita risaukan kritikan, tak usah kita tangisi penyesalan, teruslah berusaha agar bisa menjadi semakin lebih baik dan lebih baik lagi. Bukankah kupu-kupu melalui proses menyakitkan menjadi kepompong menjijikkan sebelum ia dapat terbang dan menjadi cantik.?

Nah..
ternyata sesimple itu,
salah ada karena salah menunjukkan mana yang benar. mungkin bisa disebutkan bahwa sebenarnya benar dan salah itu adalah Rectoverso.. Saling melengkapi..
Jangan kau tanya Rectoverso apa, Nha hanya kebetulan membaca kata itu di salah satu buku pegantar tidur yang kemaren sempat Nha baca..
Kurang lebihnya Rectoverso itu seperti sesuatu yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. Saling melengkapi. contohnya ya seperti salah dan benar tadi, atau hitam dan putih, kalau contoh ini salah dan tak nyambung ya apa boleh buat.. salahkan Dee Lestari yang menginveksi otakku dengan kata-kata asing yang ajaib itu. intinya pokoknya begitulah.

Dan akhirnya, pikiran positivelah yang memang benar-benar bisa menenangkan...
Semoga tak ada lagi kesalahan yang bisa menyakiti, semoga Nha bisa benar-benar semakin lebih baik dari hari ke hari... .

BTW, Puasa sudah tinggal hitungan jari, semoga semuanya lancar hingga nanti.. dan semoga kita semua bisa menemui ramadhan tahun depan lagi...

Always Be Positive ☺

nduk'NHA

Senin, 29 Juli 2013

Berdamai dengan hati

Selamat pagi hati,
Bagaimana kabarmu hari ini?
Setelah semalam kau terus menerus menyesali keadaan dan menangisi kesalahanmu sendiri..
Masih sakitkah rasanya?
Atau sudah kau lupakan?
Yang kutahu lukanya pasti masih memerah dan belum kering seutuhnya dan akan sembuh dalam waktu yang tidak sebentar :)

Dear hatiku,
Aku ingin memberi tahumu tentang sesuatu..
Bahwa kesalahan itu adalah hal paling mudah yang akan dilakukan oleh manusia..
Dan hal itu sudah terjadi sejak jaman nenek moyang kita adam dan hawa..
Dan sudah lumrah bila rasa sakit dan penyesalan akan datang setelah yang namanya kebenaran datang..

Tapi hatiku,
Kesalahan bukan untuk disesali,
Kesalahan bukan untuk ditangisi,
Kesalahan ada untuk kita pelajari,
Agar tidak terus menerus terulang di masadepan nanti..

Hatiku tersayang,
Jangan pernah takut salah,
Karena kesalahan ada agar kau melihat kebenaran..

Yang terbaik dari kesalahan adalah,
Jangan pernah mengulanginya lagi..

Hatiku cintaku,
Mari jangan bersedih lagi..
Tapi berdoalah agar kau tidak melakukannya lagi..
Berusahalah agar kau dapat pelajaran dari hal ini..
Bertekadlah untuk semakin lebih baik dan lebih baik lagi..

Hatiku kasihku,
Mari berdamai dan jangan murung lagi..
Matahari akan senang jika kau tersenyum lagi..

*Dari seseorang yang peduli padamu.. 
AKU☺

nduk'NHA

Sabtu, 27 Juli 2013

Yang terselip dalam ingatan


Hal seperti ini sering terjadi...
Tiba-tiba saja kau mengingat sesuatu yang kau kira sudah kau lupakan...
Saat tak sengaja melirik dompet,
ada senyum hangat penuh cinta disana...
walaupun pada kenyataannya itu sudah sangat lama.. 
Satu hal yang kusuka dari selembar foto di dalam dompet itu
senyum dan cinta itu terbingkai abadi di dalamnya
Dia boleh berubah, tapi foto itu akan tetap begitu  selamanya.
"Foto - tiket nonton - karcis parkir" masih terselip rapi di dalam dompet

nduk'NHA

Senin, 15 Juli 2013

Surat Ke-Tiga

Dear Love, 
Apa kabarmu? 
Ini suratku yang kesekian kalinya...
Coba ku hitung, ini surat yang ketiga...
Percayakah kau sudah lumayan lama aku bertahan dan berusaha selama ini?
3Tahun yang penuh dengan warna..
ada senyum, ada tangis, ada bahagia, dan ada duka..
Tapi kalau boleh aku mengeluh, tangis dan duka lebih sering menemani sebenarnya..
Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya...
Kemana gerangan kita akan sampai nantinya?
Mengingat kita bergandengan tangan awalnya,
lalu entah mengapa kau meninggalkanku berjalan sendirian...
dan aku tak tahu... apakah aku akan terus melangkah akhirnya...?

Terkadang kau kembali, menemani, 
sambil bercerita tentang bagaimana awan terlalu putih dan matahari terlalu terik..
tapi saat mendung datang kau tiba2 pergi berlari menepi...
Membiarkanku menggigil kedinginan diterpa hujan sendiri..
Aku tak pernah paham... 
Kau datang dan pergi sesuka hati... 
kau pernah berjanji, kita akan bersama-sama NANTI...
Tapi semakin kesini mengapa semua tampak hanya seperti ilusi?

Dear Love,
Pernahkah kau berpikir jika suatu saat nanti aku akan lelah merasa sepi?
Pernahkah kau berpikir NANTI aku akan bosan sendiri?
Biar ku tebak...
kau selalu berpikir aku akan berada di tempat yang seharusnya NANTI?
entahlah mengapa kau terlalu yakin soal ini...

Dear love,
dimanapun kau berada..
Aku hanya ingin mengabari..
Mungkin sebentar lagi aku akan sampai, 
Aku butuh kau ada di tempat yang sama..
dan kini hanya doa yang bisa aku harap bisa mempertemukan kita..

Waena, 15 Juli 2013
Tahun keTIGA.

Jumat, 12 Juli 2013

Langkah yang berbeda... (HappyBirthday for me)



Hallo…
Ini 12 Juli ke 23 yang aku lewati…
Ya, tak usah kau ingatkan kalau hidupku sudah 3tahun yang lalu memasuk paruh kedua perjalan hidup. Kita semua tahu umur manusia rata-rata 60 tahun, ya aku sudah memasuki bagian kedua perjalanan hidupku. Itupun aku ragu, ya selain karena jodoh dan mati kita hanya Alloh saja yang tahu. Aku mungkin tidak akan hidup sampai usia 60, atau mungkin juga malah melewati. Tapi siapa yang tahu?
Aku hanya merenung sejenak di usia yang bukan remaja lagi ini. Seharusnya di usia ini aku sudah pantas disebut orang dewasa. Tapi benarkah aku sudah dewasa? Apa itu dewasa? Punya pekerjaan? Sudah pantas nikah? Or apa? Bukankah sudah seringkali orang-orang berkata, dewasa itu bukan soal usia… jadi mungkin, aku masih anak-kanak tapi terjebak di usia ini, itu bisa saja terjadi.

Terlepas dari berbagai macam pertanyaan beratberat yang muncul, aku hanya bisa bersyukur berhasil sampai pada usia ini. Perjalanan yang telah aku lewati tidak bisa dibilang biasa-biasa saja dan bukan tanpa rencana. Kau ingat efek paradox bukan? Apa yang kau lakukan di masalalu menyebakan hal-hal yang terjadi sekarang, dan apa yang kau lakukan saat ini pastilah akan berakibat pada masa depanmu kelak.

Keputusanku untuk resign dari zona nyaman tahun lalu membuatku melalui hal-hal yang terjadi saat ini. Dari dulu impianku adalah mengubah pesawat menjadi taxi, hei, aku sudah membuktikannya, pesawat seperti taxi untukku akhir-akhir ini. Berakibat pada perjalanan-perjalanan yang mengejutkan tapi bukan tak terduga. Di luar dari itu yang paling terpenting adalah aku menemukan hal yang benar-benar aku inginkan, hal yang benar-benar aku mau lakukan. Dan kali ini aku bisa yakin dan tegas berkata ini adalah pilihanku.

Aku percaya, takdir memang Alloh sudah menggariskannya. Tapi takdir bisa diubah, Ar-Rad ayat 11 terngiang di kepalaku. Begitu pula dengan takdir termasuk yang namanya REJEKI di dalamnya. Aku pernah mencemburui takdir temanku sendiri, terlahir cerdas, penuh bakat, kesempatan luar biasa kerap ia dapatkan. Mungkin orang-orang mengatainya BERUNTUNG, tapi seiri apapun aku dengannya, aku realistis. Keberuntungannya tidak didapatkan begitu saja, tapi juga dengan penuh perjuangan. Dan itu mengembalikanku pada diriku saat ini. Takdirku sekarang akibat perjuanganku di hari-hari kemarin dan aku tidak akan pernah menyesalinya. Salah atau benar, itu semua adalah anugerah dalam bentuk pengalaman. Salah yang terjadi memperlihatkan kebenaran. Benar yang terlaksana mengingatkanku bahwa aku masih berusaha berbuat baik, masih berusaha menjadi orang baik. Seperti yang seharusnya.

Mungkin setelah ini, postinganku akan berbeda…  

Aku hanya mencoba membawa diriku yang sebenarnya dalam tulisan-tulisanku, bukan lagi tulisan yang aku harap “diriku” dan orang kira “diriku”. Aku manusia okey, aku tidak sempurna. Tapi aku mau belajar menjadi baik. Ku harap para pembaca, atau mungkin beberapa orang yang sesekali mengikuti memaklumiku jika tulisan-tulisanku kelak tak lagi seperti yang kalian inginkan. Tapi inilah aku, dengan semua usahaku untuk benar-benar menjadi diri sendiri. Mungkin beberapa sudah menyadari bahwa layout blogku telah berubah kembali menjadi standar. Ini bukanlah ketidaksengajaan. Ini merupakan satu tindakan perubahan yang menandai kembalinya aku di titik awal memulai perjalanan bernama  ‘menjadi diri sendiri’ semoga usaha ini dihargai, sehingga tidak ada lagi yang mengataiku munafik. Sungguh apapun itu yang pernah aku katakan, yang pernah aku lakukan, aku hanya manusia. Jika masih ada yang ingin menghakimi, menilai, mengkritik, aku hanya bisa bilang : terserah anda.

Apa tulisan ini dapat kau pahami? Atau menurutmu tidak terarah? Itu hakmu sebagai pembaca untuk menilai. Yang penting aku sudah mengeluarkan isi kepalaku dan kepalaku sudah lumayan ringan sekarang.

Di akhir tulisan ini, tentunya terimakasih banyak untuk MAMA yang entah mengapa mengirimkan ucapan selamat ulangtahun lewat SMS padahal kamar kami bersebelahan, LOVE U MOM.. hahaha, 
Thank’s for everything…

Foto: Doa Mustajab dari super MoMMy yang akan diaminkan sejagad malaikat... Thanks Mom, for everything... 23th heh? Sudah lumayan tua saya, hehehe


Untuk Thata yang masih mau jd sahabat saya hingga saat ini, teman SMS, teman saya untuk benar2 berperan jadi anakmuda (belanja, nyalon, diskusi beberapa bacaan?).. 

Untuk kamu yang sudah menghadiahkan sebuah jam yang entah bagaimana membuat saya berteriak “WOW”   

 

untuk kamu yang pertamakalinya mengajak saya ke bioskop, saya selalu mencintai kamu apapun yang akan terjadi nanti (kurasa kamu perlu tahu, and... jangan berharap foto dia ada di blogku.. bisa geger :D), 

Untuk kalian yang mengerjai saya habis-habisan di jumat yang penuh barakah lalu memberikan saya 2potong brownies yang diberi lilin ajaib yang tak mati jika tidak ditiup bersamaan (kalian sukses mengerjaiku ha…>,<..) Love u all… Untuk Kakak, Teman, Sodara, Inspirator, atas semua doa-doa indah kalian… terimakasih banyak untuk kepercayaan kalian padaku, terimakasih untuk banyak ilmuhidup yang kalian berikan di waktu-waktu tidur… 


dan ALHAMDULILLAH… untuk hidup yang indah ini RABB…





"Lelah kan menghilang, marah kan terpendam, bila duka tidak dirasa itulah BAHAGIA"
(Drive - Seakan di surga)
nduk'NHA

Jumat, 01 Maret 2013

Halaman Baru

Bismillah,
Nggak terasa yah..
Bukan sebentar ternyata saya mengabaikan Blog ini tanpa update dan tanpa kabar berita..
Untuk ini semua saya memohon maaf untuk semua yang sebesar-besarnya kepada para penggemar yang senantiasa menunggu updatan blog ini (emang ada? hihihi)

Sekarang ini saya sedang sibuk mondar-mandir...
sebentar-sebentar Jakarta, sebentar-sebentar Bandung, Entah di Jayapuranya kapan, yang jelas pamugari pesawat sampai hapal dengan wajah saya :D hehehe
Semoga saya tidak kelelahan hingga lupa update yah..

Tahun 2013..
Siap buka lembaran baru? siap Move on? siap melupakan semua yang lalu?
Come On...
hari-hari spektakuler menanti ^^/


Jiwa yang bening akan hidup dalam benderang kehidupan, yang juga akan jatuh dan bangun dalam perjalanan naik kehidupannya – tapi yang tetap bangkit untuk meneruskan perjalanan yang tidak mudah menuju kedamaian, kesejahteraan, dan kemuliaan hidup.

Jiwa yang kelam akan hidup dalam kegelapan kehidupan, yang bahkan tidak bisa melihat bahwa dirinya jatuh dan tidak tahu arah menuju kebangkitannya.
Mario Teguh



nduk'NHA

Kamis, 06 Desember 2012

True LOVE

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.
Yang membuat kalian sudi menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.

Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.
Suatu waktu nanti akan ada seseorang yang datang
Dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,
Yang akan kalian jadikan prioritas,
Bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.
Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang
Yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya.
Yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang.
Yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu..
Tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

Original source: Butterfly Reborn
Image source: Tumblr
via: @chynatiq

nduk'NHA

Rabu, 05 Desember 2012

Just Sharing... (Saudariku, inilah kemuliaanmu...)


Oleh
Ustadz Abdullâh bin Taslîm al-Buthoni


Allah Azza wa Jalla telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’ân) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [al-An’âm/6:115]

Artinya, al-Qur’ân adalah firman Allah Azza wa Jalla yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya. Maka, tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya.[1]

Di antara bentuk keadilan syariat Islam ini adalah dengan tidak membedakan antara satu bangsa/suku dengan bangsa/suku lainnya. Demikian pula satu jenis (laki-laki atau perempuan) dengan jenis lainnya kecuali dengan iman dan takwa kepada Allah Azza wa Jalla .

Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [al-Hujurât/49:13]

Dalam ayat lain Allah Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [an-Nahl/16:97]

Juga dalam firman-Nya:

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ

Maka Allah memperkenankan permohonan mereka (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain” [Ali ‘Imrân/3:195]

Apresiasi Islam Terhadap Kaum Perempuan
Sungguh agama Islam sangat menghargai dan memuliakan kaum perempuan dengan menetapkan hukum-hukum syariat yang khusus bagi mereka, serta menjelaskan hak dan kewajiban mereka dalam Islam. Semua itu bertujuan untuk menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan mereka.[2]

Syaikh Shâlih al-Fauzân hafidzahullâh berkata: “Wanita Muslimah memiliki kedudukan yang agung dalam Islam, sehingga banyak tugas mulia yang disandarkan kepadanya. Oleh karena itu, Nabi n selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi kaum wanita[3] , seperti khutbah yang beliau sampaikan di Arafah (ketika haji wada’).[4] Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktu….[5]

Di antara bentuk penghargaan Islam terhadap kaum perempuan adalah dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla , menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.[6]

Adapun perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam beberapa hukum syariat, ini justru menunjukkan kesempurnaan Islam. Karena, agama ini benar-benar mempertimbangkan perbedaan kondisi laki-laki dan perempuan, untuk menetapkan hukum-hukum yang sangat sesuai dengan keadaan dan kondisi keduanya.

Inilah bukti bahwa syariat Islam benar-benar ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla, Dzat yang Maha Adil dan Bijaksana, yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan bagi hamba-hamba-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Bukankah Allah yang menciptakan (alam semesta beserta isinya) maha mengetahui (segala sesuatu)? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui [al-Mulk/67:14]

Ini semua menunjukkan bahwa agama Islam benar-benar ingin memuliakan kaum perempuan, karena Islam menetapkan hukum-hukum yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kodrat mereka. Dengan mengamalkan semua itu mereka akan mendapatkan kemuliaan yang sebenarnya.

Ketika menjelaskan hikmah yang agung ini, Syaikh Bakr Abu Zaid hafidzahullâh berkata: ” Dialah Allah Azza wa Jalla yang menetapkan dan menakdirkan bahwa laki-laki tidak sama dengan perempuan dalam ciri, bentuk, dan kekuatan fisik. Laki-laki memiliki fisik dan watak yang lebih kuat, sedangkan perempuan lebih lemah dalam (kondisi) fisik maupun wataknya…

Dua macam perbedaan inilah yang menjadi sandaran bagi sejumlah besar hukum-hukum syariat. Dengan hikmah-Nya yang tinggi Allah Azza wa Jalla yang Maha Mengetahui segala sesuatu dengan terperinci, telah menetapkan adanya perbedaan dan ketidaksamaan antara laki-laki dengan perempuan dalam sebagian hukum-hukum syariat, yaitu dalam tugas-tugas yang sesuai dengan kondisi dan bentuk fisik, serta kemampuan masing-masing dari kedua jenis tersebut (laki-laki dan perempuan) untuk menunaikannya. Demikian pula sesuai dengan kekhususan masing-masing dari keduanya pada bidangnya dalam kehidupan manusia, agar sempurna tatanan kehidupan ini, dan agar masing-masing dari keduanya menjalankan tugasnya.

Jadi, Allah Azza wa Jalla mengkhususkan kaum laki-laki dengan sebagian hukum syariat yang sesuai dengan kondisi, bentuk, susunan dan ciri-ciri fisik mereka, (dan sesuai dengan) kekuatan, kesabaran dan keteguhan mereka dalam menjalankan hukum-hukum tersebut serta sesuai dengan semua tugas mereka di luar rumah dan usaha mereka mencari nafkah untuk keluarga.

Demikian pula Allah Azza wa Jalla mengkhususkan kaum perempuan dengan sebagian hukum syariat yang sesuai dengan kondisi, bentuk, susunan dan ciri-ciri fisik mereka, (dan sesuai dengan) terbatasnya kemampuan dan kelemahan mereka dalam menanggung beban, juga sesuai dengan semua tugas dan tanggung jawab mereka di dalam rumah, dalam mengatur urusan rumah tangga, serta mendidik anggota keluarga yang merupakan generasi penerus bagi umat ini di masa depan.

Dalam al-Qur’ân, Allah Azza wa Jalla menyebutkan ucapan istri ‘Imrân:

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ

Dan laki-laki tidaklah sama dengan perempuan [Ali ‘Imrân/3:36]

Maha suci Allah Azza wa Jalla , pemilik segala penciptaan dan perintah dalam syariat Islam, dan pemilik segala hukum dan pensyariatan.

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Ketahuilah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam [al-A’râf/7:54]

Inilah irâdah (kehendak) Allah Azza wa Jalla yang bersifat kauniyyah qadariyyah (sesuai dengan takdir dan kodrat yang telah Allah Azza wa Jalla tetapkan bagi semua makhluk dalam penciptaan, pembentukan rupa dan bakat. Dan inilah irâdah-Nya yang bersifat dîniyyah syar’iyyah (sesuai dengan ketentuan agama dan syariat yang dicintai dan diridhai-Nya). Maka terkumpullah dua irâdah Allah Azza wa Jalla ini demi kemaslahatan para hamba-Nya, kemakmuran alam semesta, dan keteraturan tatanan hidup pribadi, rumah tangga, kelompok, serta seluruh masyarakat.[7]

Beberapa Contoh Hukum-Hukum Syariat Islam Yang Menggambarkan Penghormatan Dan Penghargaan Islam Terhadap Kaum Perempuan

1. Kewajiban memakai jilbab (pakaian yang menutupi semua aurat secara sempurna[8] ) bagi wanita ketika berada di luar rumah.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menjelaskan kewajiban memakai jilbab bagi wanita dan hikmah dari hukum syariat ini, yaitu: “Supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti”.

Syaikh `Abdurrahmân as-Sa’di rahimahullah berkata: “Ini menunjukkan bahwa gangguan bagi wanita dari orang-orang yang berakhlak buruk akan timbul jika wanita itu tidak mengenakan jilbab yang sesuai dengan syariat. Karena, jika wanita tidak memakai jilbab, boleh jadi orang akan menyangka bahwa dia bukan wanita yang ‘afîfah (terjaga kehormatannya), sehingga orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatiya akan mengganggu dan menyakiti wanita tersebut, atau bahkan merendahkan/melecehkannya. Maka, dengan memakai jilbab yang sesuai dengan syariat, akan mencegah timbulnya keinginan-keinginan buruk seseorang terhadap diri wanita “[9].

2. Kewajiban memasang hijâb/tabir untuk melindungi perempuan dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman menerangkan hikmah agung disyariatkannya hijâb/tabir antara laki-laki dan perempuan:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

Dan apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. [al-Ahzâb/33:53]

Syaikh Muhammad bin Ibrâhîm Alu Syaikh rahimahullah berkata: “Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menyifati hijâb/tabir sebagai kesucian bagi hati orang-orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan. Karena, jika mata manusia tidak melihat sesuatu yang mengundang syahwat, karena terhalangi hijab/tabir, maka hatinya tidak akan berhasrat buruk. Oleh karena itu, dalam kondisi seperti ini hati manusia akan lebih suci, sehingga peluang tidak timbulnya fitnah kerusakan pun lebih besar. Karena hijâb/tabir benar-benar mencegah timbulnya keinginan-keinginan buruk dari orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya”[10].

3. Kewajiban wanita untuk menetap di dalam rumah dan hanya boleh keluar rumah jika ada kepentingan yang dibenarkan dalam agama.[11]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [al-Ahzâb/33:33]

Dalam hadits yang shahîh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar rumah, setan akan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.[12]

Syaikh Bakr Abu Zaid hafidzahullâh ketika menjelaskan hikmah agung diharamkannya tabarruj dalam Islam mengatakan: Adapun dalam Islam, maka perbuatan tabarruj ini diharamkan dengan sebab adanya dorongan iman dan adanya keinginan yang bergelora dalam hati kaum muslimin dalam rangka mewujudkan ketaatannya kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, serta dalam rangka menghiasi diri dengan kesucian dan kemuliaan, menghindarkan diri dari kehinaan, juga dalam rangka menjauhi perbuatan dosa, mengharapkan pahala dan ganjaran dari-Nya, serta takut akan siksaan-Nya yang pedih. Maka wajib bagi para wanita Muslimah untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dan menjauhi semua perbuatan yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya mereka tidak ikut serta dalam menyusupkan kerusakan di dalam tubuh kaum Muslimin disebabkan tersebarnya perbuatan-perbuatan yang keji, merusak moral anggota keluarga dan rumah tangga, serta merajalelanya perbuatan zina. Juga supaya mereka tidak menjadi sebab yang mengundang pandangan mata yang berkhianat dan hati yang berpenyakit, yang menyimpan keinginan buruk kepada mereka, sehingga mereka berdosa dan menjadikan orang lain juga berdosa”.[13]

4. Tugas dan tanggung jawab kaum wanita yaitu mendidik dan mengarahkan anak-anak di dalam rumah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ،… وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُوْلَةٌ عَنْهُمْ

Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya…seorang wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya bagi anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka.[14]

Tugas dan tanggung jawab ini menunjukkan agungnya kedudukan dan peran kaum wanita dalam Islam. Karena, merekalah pendidik pertama dan utama generasi muda Islam. Dengan memberikan bimbingan yang baik bagi mereka, berarti telah mengusahakan perbaikan besar bagi masyarakat dan umat Islam.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Utsaimîn rahimahullah berkata: “Sesungguhnya kaum wanita memiliki peran yang agung dan penting dalam upaya memperbaiki kondisi masyarakat. Hal ini karenakan upaya memperbaiki kondisi masyarakat itu ditempuh dari dua sisi:

Pertama: Perbaikan kondisi di luar rumah, yang dilakukan di pasar, mesjid dan tempat-tempat lainnya di luar rumah. Perbaikan ini didominasi oleh kaum laki-laki, karena merekalah orang-orang yang beraktifitas di luar rumah.

Kedua : Perbaikan di balik dinding (di dalam rumah). Tugas mulia ini umumnya disandarkan kepada kaum wanita karena merekalah pemimpin/pendidik di dalam rumah.

Oleh karena itu, tidak salah kalau sekiranya kita mengatakan bahwa sesungguhnya kebaikan separuh atau bahkan lebih dari jumlah masyarakat disandarkan kepada kaum wanita. Hal ini dikarenakan dua hal:

Pertama : Jumlah kaum wanita sama dengan jumlah laki-laki, bahkan lebih banyak dari laki-laki. Ini berarti umat manusia yang terbanyak adalah kaum wanita, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits-hadits Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Atas dasar inilah maka kaum wanita memiliki peran yang sangat besar dalam memperbaiki kondisi masyarakat.

Kedua : Awal mula tumbuhnya generasi baru adalah dalam asuhan para wanita. Ini semua menunjukkan mulianya tugas kaum wanita dalam memperbaiki masyarakat[15] .

Bangga Sebagai Wanita Muslimah
Contoh-contoh di atas hanya sebagian kecil dari hukum-hukum syariat yang menggambarkan penghargaan dan pemuliaan Islam terhadap kaum perempuan. Oleh karena itulah, seorang wanita Muslimah yang telah mendapatkan anugerah hidayah dari Allah Azza wa Jalla untuk berpegang teguh dengan agama ini, hendaklah dia merasa bangga dalam menjalankan hukum-hukum syariat-Nya. Karena dengan itulah dia akan meraih kemuliaan yang hakiki di dunia dan akhirat. Semua itu jauh lebih agung dan utama dari pada semua kesenangan duniawi yang dikumpulkan oleh manusia.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka (orang-orang yang beriman) bergembira, kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa (kemewahan duniawi) yang dikumpulkan (oleh manusia). [Yûnus/10:58]

“Karunia Allah” dalam ayat ini ditafsirkan oleh para Ulama ahli tafsir dengan “keimanan kepada-Nya”, sedangkan “Rahmat Allah” ditafsirkan dengan “al-Qur’an”.[16]

Dalam ayat lain Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Dan kemuliaan (yang sebenarnya) itu hanyalah milik Allah, milik Rasul-Nya dan milik orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. [al-Munâfiqûn/63:8]

Dalam ucapannya yang terkenal Umar bin Khattab z berkata: “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Azza wa Jalla memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Azza wa Jalla akan menjadikan kita hina dan rendah”.[17]

Penutup
Dalam al-Qur’ân Allah Azza wa Jalla yang Maha Adil dan Bijaksana telah menjelaskan sebab untuk meraih kemuliaan yang hakiki di dunia dan akhirat bagi laki-laki maupun perempuan, yang sesuai dengan kondisi dan kodrat masing-masing.

Renungkanlah ayat yang mulia berikut ini:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Maka Wanita yang saleh adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (memberi taufik kepadanya)” [an-Nisâ’/4:34]

Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan tulisan ini bermanfaat dan sebagai nasehat bagi para wanita Muslimah untuk kembali kepada kemuliaan mereka yang sebenarnya dengan menjalankan petunjuk Allah Azza wa Jalla dalam agama Islam.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, 25 Syawwal 1430 H
Sumber : http://almanhaj.or.id/content/3432/slash/0/saudariku-inilah-kemuliaanmu/

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XIII/1430H/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 ]
_______
Footnote
[1]. Lihat kitab Taisîrul Karîmir Rahmân hlm. 174
[2]. Lihat kitab Al-Mar’ah, Baina Takrîmil Islam wa Da’âwat Tahrîr hlm. 6
[3]. Misalnya dalam HSR al-Bukhâri no. 3153 dan Muslim no. 1468
[4]. Dalam HSR Muslim no. 1218
[5]. Kitab At-Tanbîhât ‘alâ Ahkâmin Takhtashshu bil Mu’minât hlm. 5
[6]. Lihat keterangan Syaikh Bakr Abu Zaid hafidzahullâh dalam kitab Hirâsatul Fadhîlah hlm. 17
[7]. Kitab Hirâsatul Fadhîlah hlm. 18-20
[8]. Lihat kitab Hirâsatul Fadhîlah hlm. 53
[9]. Kitab Taisîrul Karîmir Rahmân hlm. 489
[10]. Kitab Al-Hijâbu wa Fadhâ-iluhu hlm. 3
[11]. Lihat kitab Hirâsatul Fadhîlah hlm. 53
[12]. HR Ibnu Khuzaimah no. 1685, Ibnu Hibban no. 5599 dan at-Thabrâni dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 2890, dinyatakan shahîh oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibbân, al-Mundziri dan Syaikh al-Albâni dalam Silsilatul Ahâditsish Shahîhah no. 2688
[13]. Kitab Hirâsatul Fadhîlah hlm. 18-20
[14]. HSR al-Bukhâri no. 2416 dan Muslim no. 1829
[15]. Kitab Daurul Mar-ati Fî Ishlâhil Mujtamâ` hlm. 3-4
[16]. Lihat keterangan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Miftâhu Dâris Sa’âdah 1/227
[17]. Riwayat al-Hâkim dalam Al-Mustadrak 1/130, dinyatakan shahîh oleh al-Hâkim dan disepakati oleh adz-Dzahabi.
nduk'NHA
 

Erna Cahaya Template by Ipietoon Cute Blog Design