Rabu, 26 September 2012

Merayakan Kenangan (Sebuah catatan dari Karenapuisiituindah By: Tia Setiawati, mari menikmatinya... ^_^)

Bismillah,
Halo dear, siklus bulanan sudah lewat, mod menulis datang lagi... 
kali ini, menghormati seorang penulis pertama yang mengirim bukunya langsung dan menandatanganinya untukku... ku berikan hadiah review, untuk #Septemberituceria miliknya... :) hadiah yang kuberikan lebih awal...

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, sebuah buku kuning tiba tiba di meja kamarku. Membaca sebuah pesan spesial dari penulisnya membuatku harus menahan napas, aku ingin segera membacanya. Padahal saat itu ada empat orang klien yang sedang berbincang di ruang tamu. Terpaksa aku harus menahan rasa penasaranku.

"Dear Erna, Harapanmu tak pernah terlampau tinggi. 
Kau hanya perlu berusaha lebih kuat lagi. Jangan Menyerah :)"



Dengan ditemani bantal emot berwarna kuning dengan gambar kacamata hitam, secangkir tehsusu, dan sebungkus biskuat cokelat, mari membaca berlembar-lembar perasaan...

"KARENA PUISI ITU INDAH", aku sudah tahu sejak lama. Tapi kali ini aku menemukan sebabnya. Bagaimana kata-kata yang menjelma puisi bisa menceritakan hal-hal yang kadang bahkan diam pun tak dapat menjelaskan.

TIA SETIAWATI, Seorang yang kukenal saat tak sengaja menelusuri sebuat retweet dari akun seorang teman. Bio-nya yang mengatakan bahwa "Tuhan selalu tepat waktu" menarikku untuk mengikuti 140karakter yang ia tuliskan di lini masa :)

Sampulnya dominan warna kuning (yang ku tahu merupakan warna faforite si penulis :)). Desain covernya sederhana, sepasang insan sedang berpelukan di sisi depan dan sepasang tangan sedang saling menggenggam di sisi lannya. Aku menafsirkannya sebagai harapan penulis tentang ending segala puisi yang ada di buku ini, "Bersama".



Membaca puisi-puisi kak Tia (demikian aku memanggilnya :D) seperti merayakan kenanganku sendiri (seperti judul reviewku). Mungkin ini sering dialami para penikmat puisi. Kadang sebuah puisi menujukkan apa yang kita rasakan, mewakili kisah yang selama ini kita jalani, dan penuh harap agar akhir yang sama terjadi seperti layaknya dalam puisi, Indah. Walaupun tak dapat disangkal, tak semua ending bahagia.

Kak Tia tak menggunakan metafora, personifikasi, ataupun teman-temannya. Mungkin ia sudah bosan karena berkali-kali orang-orang menilai kata-katanya yang sederhana. Kesederhanaanlah inilah yang membuatku tak perlu bersusah payah mencari makna, menikmati setiap kisah yang ia ceritakan lewat rima-rima yang indah. Walaupun mungkin, makna yang ingin Kak Tia sampaikan bisa saja tak sesederhana kelihatannya.

Memulai kisahnya dengan "Kepada Hati". Saat membaca bagian ini, aku tersipu-sipu sendiri. Seperti mengulang kisahku sendiri, ya seperti judul review ini, aku sedang merayakan kenangan. Kak Tia mengawali cerita tentang bagaimana rasa berbunga-bunga yang kita alami kadang selalu dimulai dengan hal yang begitu sederhana. Hal ini terlihat dari puisi pertama yang ia suguhkan berjudul "Kita berjalan pada ketidak sengajaan" bait terakhir membuatku tersentak,

"Namun ketahuilah,
bahkan hal paling sederhana sekalipun,
tak akan luput dari rencana Tuhan,
:Sang Penguasa Semesta"

Tapi ternyata Cinta yang diawali sebuah kesederhanaan tak selamanya kisahnya akan sederhana pula. pada bagian ini Kak Tia mengajak pembaca menikmati rasa gundah saat menunggu, rindu, dan segala haru biru rasa saat mencintai. ah.... aku sangat menikmatinya. Sebuah puisi di halaman 47 ku dedikasikan untuk kamu, abjad terakhir penutup yang selalu ku harap menjadi ending dari kisahku. Apa judulnya? Ah, itu sebuah pesan untukmu, aku takkan menulisnya di sini. Jadi silahkan ke toko buku dan cari tahu :D hehehe. 

"Aku (masih) menunggumu, selalu"

Di Bagian kedua "Genggaman tangan", Kak Tia menulis apik kisahnya saat bersama. Bersama siapa? Bersama si sumber inspirasi tentunya. Tentu kita tahu dalam sebuah hubungan yang ada tak selalu tentang hal-hal "yang diinginkan" saja. pasti ada beberapa hal yang "tidak diinginkan" juga. Pada bagian ini saya hanya terdiam menikmati. Kau benar Kak Tia, cinta tak selamanya  tentang bahagia saja. Hei, puisi faforitku ada pada bagian ini. terletak pada halaman yang angkanya saling menyatu satu sama lain bagaikan cermin. apa itu? jika kau mengerti aku, kau pasti tahu. Ya, puisi itu tentang Hujan. Tapi untuk membacanya sekali lagi kau harus membeli toko buku :)

"Hujan adalah kenangan 
tentang bagaimana jari-jari kita bertemu"


Ada awal, ada tengah, ada akhir. Sudahkah ku katakan bahwa "Karenapuisiituindah" seperti sebuah perjalanan? Bagian "Air mata" memaksaku mengambil sekotak tisu untuk menyeka bulir-bulir yang tak sengaja jatuh di ujung mata (nah! Kak, bagian inilah saat kau bilang aku seperti ingin menusukmu dengan garpu. hehehe) Aku benar-benar merayakan kenangan. Ada pertemuan ada perpisahan, lengkaplah "karenapuisiituindah".

Sudah selesei? belum. Ada bagian yang belum kuceritakan... tentang bagaimana Kak Tia mengajak pembaca mengenal cinta yang lain. Kau tahu, cinta tak melulu milik sepasang kekasih. Pada bagian akhir buku ada dua bagian yang membuatku terpesona. Cukup jujur dan lugas, Kak Tia menunjukkan cintanya pada Sang Cinta, Ayah, dan ibunya.  

Ahh... Penasaran? Jika kau penasaran seperti apa CINTA, kau harus segera ke toko buku dan membaca kisah ini. semoga kau menikmatinya seperti aku sangat menikmatinya.

Jika kau ingin menikmati kisahnya setiap hari... carilah @TiaSetiawati  :)

Ah.. inilah penjabaranku,
Semoga cukup. Bolehkah aku meminta Kak Tia? Lain kali kau menulis sebuah buku, Kisahkanlah tentang Hujan sebanyak kau bisa menceritakannya.. karena aku sangat mencintai hujan dalam suka dan dukaku. (Suka-suka yang nulis donk nha, banyak maunya lu! -Yee biarin namanya aja Request-- hehe)

Finnally,
Untuk Kak Tia, 
semoga Septembermu benar-benar ceria...
:)

nduk'NHA

Senin, 10 September 2012

Obat terbaik dari sebuah luka

Bismillah,

Dear pembaca...
Terima kasih masih setia membaca :)

Senin,
Saat orang-orang bersungut-sungut menyambut hari ini karena harus "kembali bekerja",
Seperti biasa Nha duduk manis depan laptop sambil nyeruput teh susu plus perasan jeruk nipis dan sepiring lapis legit.... nyantai...gak pusing sama buru-buru, macet, rempong coy.. hahaha :D

Btw Anyway Busway...
Sms seorang teman tadi malam cukup mengejutkan, YUP! hal itu yang ingin Nha bahas :)

2tahun yang lalu Nha pernah berada dalam masa-masa super galau :)
Galau dikarenakan Nha disakiti seseorang. Masa-masa itu adalah masa-masa tersuram dalam hidup. penyesalan, rasa bersalah semua ngumpul jadi satu. Ada waktu-waktu dimana Nha bengong sendirian di kamar entah memikirkan apa, tidak bisa tidur semalaman, paginya seperti zombie dengan mata panda akibat begadang.

Masa-masa itu sangat menguras emosi... Nggak, Nha bukan dendam, Nha gak pernah dendam... hanya saja Nha sempat merasakan sedih yang luar biasa. Rasa sakit yang sangat dalam. Rasanya melihat orang lain tersenyum itu berat, karena merasa Nha gak bisa tersenyum seperti mereka. Semua itu karena rasa sakit yang teramat dalam.

Benar kata Meggy Z, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Sakit gigi masih ada obat dan dokter yang bisa membantu menyembuhkan. Sakit hati, tergantung seberapa cepat kita merelakan. Apakah Nha tidak berusaha mengatasi rasa sakit ini? Bukankah obat hati adalah mendekat padaNYA? Bodohnya saat itu Nha lupa. Keadaan fisik yang dikuasai hormon bulanan ternyata menjadi sebab semua emosi itu sangat berlebihan.

Nah, kembali ke SMS dari teman tadi. kalimatnya cukup pendek, tapi cukup untuk mengingat semua masa-masa suram itu, "Nha, masih suka minum Jus di Cafe depan Mega?" Yup, dulu waktu masa galau, setiap pulang kerja Nha selalu mampir minum jus di sana. dan pertanyaan itu sebenarnya pertanyaan sindiran :D  si teman rupanya ingin bertanya, "apakah kamu sudah bisa melupakan kesedihan itu?"

Guyz...
Merelakan sesuatu bukanlah hal mudah, terlalu banyak rasa yang dilibatkan untuk mengalaminya. Marah, sedih, nggak percaya, semua numpuk jadi satu, jika kamu bertanya apa yang Nha lakukan untuk pulih seperti sekarang, itu semua karena Nha meminta maaf :) Yup benar, meminta maaf...
Tapi kan, bukan kamu yang salah Nha, tugasmu harusnya memaafkan bukan malah minta maaf...

Dear,
rasanya mungki berat, meminta maaf pada seseorang yang menyakiti kita, tapi percayalah hal itu akan membuatmu lebih mudah mengikhlaskan dan memaafkannya. Anggap saja dia tak sengaja melakukan kesalaahn itu, atau memnag ada kesalahan kita yang tidak kita sadari menyebabkan orang tersebut bali menyakiti kita. Atau mungkin saja sakit ini memang akibat perbuatan kita di masa lampau..mungkin pernah kita menyakiti orang lain dan sakit yang ada sekarang adalah karma yang Tuhan kirimkan kepada kita.

Lagi pula, maaf yang kita ucap mungkin saja akan menyelamatkan hal lain, selain hati kita tentunya. Kadang kala mengucapkan kata maaf membutuhkan kekuatan untuk menyingkirkan ego. Maaf tak sekedar untuk memohon maaf tapi juga salah satu cara kita memaafkan. Adakalanya seseorang sadar jika ia salah, tapi karena egonya yang begitu besar kata "maaf" sangatlah berat diucapkan. dengan kita meminta maaf kepada orang yang menyakiti kita, sesungguhnya kita menyelamatkan dua hati. hati kita sendiri dan hati orang yang menyakiti dari rasa bersalah seumurhidup karena gengsi mengucapkan kata maaf.

Intinya, berpikirlah positive atas apa saja kemungkinan-kemungkinan yang ada, Tuhan tidak pernah memberian cobaan kepada ummatnya melebihi dari kemampuan kita menghadapi cobaan tersebut. Belajarlah untuk tidak menyalahkan sesuatu. Percayalah semua sudah diatur oleh Sang Maha dengan begitu apik. Percaya ini semua bagian dari skenarioNya.

Satu perkataan guru saya yang selalu saya ingat...
"Saat seseorang menyalahkan orang lain dia perlu belajar, Jika seseorang menyalahkan diri sendiri dia mulai belajar, Ketika dia tidak menyalahkan siapa-siapa maka pembelajaran telah usai"

nduk'NHA

Minggu, 09 September 2012

"The Alcemyst" (The Secret of The Immortal Nicholas Flamel)

Bismillah,
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Halo Dear,
hehehe, kaget yah :D tiga hari ini Nha muncul berturut-turut..
iya nih Dear, Nha sedang menjalankan program "Update setiap hari"
Alhamdulillah, sekarang Nha punya kerjaan yang tidak terlalu mengekang soal waktu jadi Nha punya banyak kesempatan untuk menulis :)
Tapi Nha g bakal bahas tentang kerjaan :D
Kali ini Nha mau bahas tentang novel yang sedang nha kejar2....

Setelah Harry Potter tamat, Nha sudah siap dengan novel lain yang bakal ku tunggu setiap kabarnya seperti Harry Potter..
masih tentang Magic... he he he... (selera novel saya emang begituan, maklum yah )
kali ini seri ' The Secret Of Nicholas Flamel'
Seri novel ini ditulis oleh Michael Scott... Seorang Ahli mitologi dan cerita rakyat, penulis Irlandia paling sukses ^_^
Hingga detik ini, 5 buah seri novel ini sudah nangkring di rak bukuku...
The Alcemyst, The Magician, The Sorceres, The Necromancer, dan The Warlock....


The Magician (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel, #2)
The Sorceress (The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel, #3)



Rangkaian novel ini sukses bikin saya dag dig dug, dan gak sabaran untuk membaca kelanjutannya...

Berbeda dengan kisah Harry Potter yang sebagian besar bercerita tentang sihir, sihir, dan sihir.
Dalam buku ini sihir dipadu padankan dengan teknologi modern yang mengharuskan Nha untuk bilang "WOW....." :D
Selain itu dalam buku ini Nha juga banyak belajar tentang tempat-tempat bersejarah dan tokoh-tokoh terkenal. Kok bisa? Ya, karena om Michael menggunakan tempat-tempat tersebut sebagai latar novelnya, dan tokoh-tokoh itu sebagai lakon dalam novelnya.

PENASARAN?
hehehe...
memang tujuannya seperti itu...
Nha dari awal gak niat bikin review biar pada penasaran :p
kalau pengen tau ceritanya segera serbu toko buku yah ^^/

And then, sekarang ini Nha lagi nunggu-nunggu buku pamungkas penutup keseluruhan kisah ini...
Kabarnya buku terakhir yang berjudul "The Enchantress" sudah diterbitkan sejak May 2012 versi Englishnya, sayang banget bahasa inggris Nha jelek jadi harus bersabar menanti edisi Bahasa Indonesianya terbit, Semoga gak lama lagi :(








nduk'NHA

Sabtu, 08 September 2012

Sebuah Munajah Yang Tak Pernah Henti Berharap

Hujan, selalu bisa membawa aura sendu...
Sujudku, lagi-lagi harus berujung pada namamu :')

Lelah? 
Tidak, Toh aku cuma meminta,
tinggal meminta saja, sudah janjiNya akan memberi,
Ikhtiarku sudah, Selanjutnya tinggal ku pasrahkan pada Nya..

Sekali lagi,
Aku tak perlu bersusah diri mengemis padamu,
aku hanya butuh keridhoanNya,
Karena kamu milikNya,
aku minta hatimu, padaNya..

Aku tak pernah memperdulikanmu,
MEMANG..
aku sibuk...
sibuk memita padaNya,
sibuk melakukan perintahNya.
Berbenah, Memantaskan diri,
Untukmu.


nduk'NHA

 Jayapura, 15 Februaru 2012

Jumat, 07 September 2012

Alasan selalu benar


Bismillah...
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh ^_^
Senang banget bisa menyapa semuanya lagi disini...
setelah sekian lama ini blog ditinggalkan berjamur sampai di tiap entrinya ada sarang laba-labanya -_-
hehehe *lebay
Well, sebenarnya Nha mau posting ini disaat #WorldHijabDay beberapa hari yang lalu..
tapi berhubung baru ada kesempatan sekarang ini, jadi baru sekarang ngepostnya...
Yupp..
postingan kali ini, lagi, lagi, dan lagi soal hal simple tapi sering dianggap rumit sama kebanyakan cewek...
Yups.. Berjilbab ^^/
Entahlah, apa yang dipikirin sama teman2 cewek semua yang belum berjilbab,
adaaaa aja alasannya >,<
Nha kadang2 sampai bosen dengarnya...
Kali ini Nha gak bakal banyak ngetik...
Nha bakal jawab semua Alesan2 itu pakai gambar...
Gambar-gambar ini seperti biasa Nha dapet dari Ukhtie Dhiba yang punya www.komikmuslimah.blogspot.com ^^/
Gambar yang ukhtie Dhiba buat beberapa terinspirasi dari tweet ustad @Felixsiauw yang sering Nha RT juga...
Nah...
 
Alasan pertama, pada gak mau kerudungan karena banyak yang beranggapan kerudungan itu kuno,
Hello.... gak belajar sejarah ya??? Jaman Purba dulu manusia pakai kulit hewan dan daun dijadiin baju, jaman jahiliah manusia pakai baju yang tak pantas, kekurangan kain, kekurangan benang, dan transparan, saat Rasululloh datang meninggalkan jaman Jahiliah, kalian malah mengulang jaman tersebut, sekarang akne balik nanya', sebenarnya yang kuno siapa sih -____-
 
Alasan kedua ini sering banget diucapin.. yang kerudung juga banyak yang nyolong, banyak yang gak solat, banyak yang ini, banyak yang itu, tapi kan gak berarti semua kan kayak gitu? jangan pakai generalisasi deh.. kalau kata ukhti Dhiba sama ajah kayak kamu bilang "semua burung hitam adalah gagak"
Nah ini nih... populer banget.... "mending jilbabin hati dulu, baru jilbabin fisik"... hati mah Alloh udah tau, Jilbab fisik itu kewajiban, logikanya deh kamu mau dibilang baik, tapi ngingkarin perintah Alloh... ? ckckck.. salah paham tuh..
 
Nah alasan keempat ini biasanya ngikutin alasan ketiga... kalau kata Nha sih, maksiat atau gak itu tergntung kamunya, bukan tergantung kerudungnya...  malah klo menurut Nha kerudung itu bakal jadi pengingat dan koreksi untuk diri sendiri kok... secara gak langsung... contoh: udah kerudungan masih sering bolong solatnya, nanti pasti lama2 solatnya g pernah bolong, malu, sudah kerudungan solatnya masih bolong, percuma :)
 
 
Nahlo!!!
siapa yang jadiin alesan kelima ini buat gak kerudungan? Yang ngasih jodoh siapa sih??? Alloh kan? so ngapain takut??? yang nyuruh kerudungan juga siapa? Alloh kan??? Mikir deh....
 
kalau calon suami gak suka, berarti calon suaminya gak taat sama Alloh, TINGGALIN!!!! teriak pake toaa..
 
Yaelah saudariku.... Rejeki itu yang ngatur Alloh.... lagian sekarang gak jaman ngaryawan, jadi #womenpreneur donk... kayak ibunda Khadijah.. ciptakan lapangan pekerjaan, jaman sekarang banyak ibu2 sukses membuka home industri :)
Iyah bener banget.. hidup itu pilihan, silahkan... Mau menaati Alloh, atau mau beralasan.... silahkan... mau pilih surga, atau neraka, silahkan.... :D
 
Kalau alasannya karena gak bebas, gak bebas apanya? gak bebas ngeliatin paha sama rambut? *istigfar woiiii...
emang udah belajar budaya arab? berani bilang hijab budaya arab? *nanya balik
 
NO COMMENT!!! ^^/
Ini mah alesan yang mengada-ngada, tergantung kamunya rajin atau nggak sampoan.... hehehe
Jadi? lebih baik GAUL tapi masuk NERAKA daripada kerudungan?  *merinding
Ni alasan aneh, udah tau ada di Alquran pake bilang gak wajib segala -___- gak pernah baca quran yah non? PANTES!
Semua yang berkaitan kewajiban itu gak boleh diremehkan Ukhtie :)
 
Hmm... yang menciptakan kamu siapa sih? kok lebih takut sama anggapan manusia daripada Sang Pencipta....?? *bengong..
 
 Hei.... Kerudung itu kan IDENTITASmu ukhtie!!!
Ada yang alasan kayak gini? jadi kamu takut g bisa bermaksiat gara2 kerudungan? kan malah bagus, gimana sih -__-
Hidayah itu dicari, bukan ditunggu :)
 
Nanti itu, sinonim dari GAK AKAN PERNAH!!! lagian emang kamu bisa bilang sama malaikat pencabut nyawa: "nanti aja yah nyabut nyawanya aku kerudungan dulu..." ckckckcck...
Makin lama alasannya makin absurd deh... hehehe
semoga bermanfaat yah teman2...
doa saya semoga yang belum berkerudung segera berkerudung, yang sudah berkerudung segera berjilbab agar bisa sempurna dalam berhijab :)
Mata udah 5watt *sepertiga malam
Wassalam ^_^
nduk'NHA
nduk'NHA

Dalam ikatan Rabitah

 
Bismillah,
Dear Thy,
Tepat tengah malam saat tak sengaja menemukan "komentarmu" di sebuah tulisan blogku...
Rasa rindu itu menusuk seperti dinginnya udara tanpa ampun...

kau ingat? aku selalu bilang, tidak ada kebetulan di dunia ini...
Ku telusuri kata demi kata yang kau tuliskan di blogmu,
Berlebihan kah kalau aku menangis?
tidak, bukan sekedar tetes airmata syahdu, tapi benar-benar menangis ssenggukan...
mungkin ini namanya tangisan haru :')

Thy..
mengingat awal kebersamaan kita yang aneh...
"menentang alam" kata beberapa teman...
Kau tidak banyak bicara, aku Cerewet dalam porsi yang kadang berlebihan
kau lebih senang tersenyum, aku suka tertawa...
kau suka warna biru, aku tidak. karena biru mengingatkanku pada laut, 
mengingatkanku bahwa sampai saat ini aku belum bisa berenang,
Kau sederhana saat menampilkan sesuatu, aku sangat rumit.
Gamis dan kerudung polos itu gayamu "selalu", aku? lebih suka bereksperimen, walau kita berdua sama2 tidak pernah lupa memakai kaus kaki kemanapun kita pergi ^_^
Tapi semua perbedaan ini tak pernah bisa membuat kita gagal "berteman"

Dear..
kau ingat.... dulu kau kurus sekali >,<
Sebaliknya, aku gemuk..
kencan pertama kita saat itu dengan segelas Jus Alpukat jumbo...
aku ingat... :)
beriring kebersamaan kita, kau dan aku berubah..
aku jadi kurus, kau jadi gemuk :D
percayalah, aku masih bertanya-tanya tentang itu...^^

kau tahu,
aku belum sepenuhnya ikhlas menghadapi perpisahan itu...
tanpa pelukan, bahkan kau masih utang "kencan empek-empek" padaku...
itu sebabnya mengapa pesanmu tak pernak ku balas :(
maaf... aku selalu bermasalah dengan perpisahan..
aku selalu benci saat mengingat kata2mu:
"kita harus belajar agar tidak terlalu bergantung satu sama lain jikalau kita berpisah nanti..."
apakah kau berhasil? terbiasa tanpaku? jujur aku tidak pernah berhasil terbiasa :)
aku hanya sok tegar (ketahuan deh, hehehe....)

Hei...

 kau ingat foto ini?

Yup benar :') ini foto saat kita sama2 berjuang :)
ingat lagu ini..
"Di sudut surau itu, menyimpan kisah...... :)"

 
aku selalu tertawa tiap melihat foto ini, menyadari bahwa "gamis" ternyata membuat kita berdua terlihat sangat gemuk :D

dan.. kalau tak salah menebak, ini foto terakhir kita :)
 


Dear...
jarak ini takkan mampu mengikis cinta kita kan :)
karena seperti katamu, cinta kita akan selalu terpaut karena selalu terikat Rabitah...
Semoga, selipan nama dalam sepertiga malam kita senantiasa diberkahi oleh ALLOH..
aku menantikan momen itu dear...
saat kita tersenyum di dalam Jannah_Nya bersama :)


The last...
Di tengah banyak perbedaan kita berdua, 
apakah selera yang "itu" masih belum berubah?
hahaha....:)

Alfatihah untukmu Dear...
Dengan penuh cinta,

nduk'NHA

Senin, 04 Juni 2012

Sekedar Update

Dear,
sory dirimu agak lama terabaikan...
Maaf, untuk pembaca yang sekedar lewat mengharapkan sekedar update...

Nha sibuk yah?
nggak juga, cuma Sok Sibuk..-_-

Maaf yah...

nduk'NHA

Senin, 27 Februari 2012

Sebuah Perjalanan :')

KETIKA PAGI BEREMBUN, KETIKA MENTARI TERSENYUM, KETIKA SIANG MENYENGAT, KETIKA MENDUNG MENGGELAYUT, KETIKA SENJA TEMARAM, KETIKA MALAM MENYERGAP, KETIKA DINI HARI TERJAGA....HANYA SEBUAH PERJALANAN SAJA...
(perjalanan suatu ketika...)




Bismillah..
Dear..
terimakasih masih mampir kesini :')
Hari ini saya ingin bercerita sedikit.. :')
Semalam saya diserang "Mumet"

Mumet?
iya Mumet...
Mumet itu bahasa jawa, artinya Pusing ^_^
Pusing dalam artian fisik, dan pisikis :')

Sudah beberapa hari ini saya menemukan "beberapa hal" ,
hal-hal yang belum saya ketahui...
"Mumet' iyah "mumet"...
memikirkan hal-hal yang baru saja saya tahu, belum saya tahu, dan yang akan saya tahu...

berdiskusi dengan beberapa teman..
BBMan sepanjang malam..
yang membawa saya pada keMUMETan ini..

Dan akhirnya saya pasrah dengan menulis status "Perjalanan :')"
mengapa perjalanan?
iya, saya anggap keMUMETan ini karena keresahan saya menghadapi perjalanan :')

Dear...
Aku pernah membaca sebuah hadits,
kurang lebih seperti ini :

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori) 

Musafir...
apa kaitannya dengan keMUMETan ku tentang perjalanan dengan hadits ini?

Rasululoh Sallallahu alaihi wassalam berkata dalam hadits tersebut, kita di dunia ini adalah seorang Musafir...
Musafir adalah orang yang sedang berada dalam perjalanan..
Saya, kamu, kita semua, Musafir... yang sedang mengarungi Perjalann hidup :')

Apa yang bikn saya MUMET???
saya mumet... karena saya takut gak bisa sampai di ujung perjalanan.. TUJUAN...
saya takut sampai di tempat yang salah, saya takut bekal yang saya kumpulin gak cukup untuk sampai di Sana... saya takut tersesat, takut salah jalan... :')

saya mumet sendiri membayangkannya, memikirkannya, lalu BBM seorang teman,seorang abang, seorang kakak, seorang guru, menyapa :
"Perjalanan itu bukan untuk dipikirkan, tapi untuk dijalani...
Simpan apa saja yang bisa dijadikan bekal di perjalanan..
semakin jauh kita berjalan semakin tinggi puncak yang kita daki, angin makin kencang, udara makin dingin,
Perut cepat lapar.. sisakan sebagai bekal... jangan dimakan semuanya...simpan saja nanti ada gunanya, walaupun segenggam beras, simpan saja.., "

kemumetan saya ini berawal dari keraguan saya terhadap kendaraan yang saya lalui saat ini... apakah kendaraan ini sudah sesuai dengan jurusan yang ingin saya tuju?
masih mencari-cari, dan baru kali ini saya benar2 mumet,
saya terus2an berbicara tentang "Salah dan Benar" tidak juga paham dengan "Syariat dan Hakikat",
NGEYEL kata orang jawa... :')

lalu saya teringat kajian setelah magrib kemaren....
"Alloh meminta hasil, tapi juga menilai proses"
tapi tetap Yang Alloh inginkan HASIL!!!

teringat kisah seorang alim yang menjalani hidupnya dengan ibadah, tapi meninggal dalam keadaan melakukan maksiat,
dan sebaliknya kisah seorang ahli maksiat  yang menjalani hidupnya dengan keburukan tetapi meninggal dalam keadaan melakukan amal baik,

ujung2nya perjalanan kita menuntut KEBAIKAN... menuntut KEBENARAN...
dan kuncinya hanya ISTIQAMAH.... :')
bekalku untuk istiqamah ini yang masih abstrak....  :')


Gak nyambung? gak ngerti? sama saya juga Dear..
maklum yang nulis orang MUMET :')

nduk'NHA

Minggu, 26 Februari 2012

Butiran Debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia

hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
menepi menepilah menjauh 
semua yang terjadi di antara kita ooh

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu

(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu



Dear..

hanya menyempatkan untuk menulis, mengisi kekosongan..
Sabtu kemaren saya meeting dengan team saya....
Kangen dengan situasi cafe yang sebulan terakhir tidak saya rasakan,
kami berjanji bertemu di DD.. ^_^


di sela-sela meting...
laptop salah satu team saya berbunyi...
entah disengaja atau gak, 
refleks saya menoleh padanya..... *instrument awalnya membuat pikiran saya teralihkan....
tapi karena fokus meeting... tuh laptop langsung dimatikan sama yang punya.. ^^V

setelah meeting...
saya langsung nyamperin laptop tadi....
nanya' sama team saya yang cuma cengengesan...
*dia tahu saya sulit dialihkan dari fokus, kecuali hal itu spesial bagi saya...
end then...
saya mendengarkan...

liriknya galau abis....
*malu rasanya seorang leader ketahuan mendengarkan lagu galau *_____* (he he he)
tapi liriknya tidak berpengaruh terhadap saya....
saya suka instrument pianonya :")
rasanya pengen segera pulang mengedit lagu ini, menghilangkan liriknya dan menyisakan 'instrumentnya saja"

^^/





nduk'NHA

Senin, 20 Februari 2012

Ketika sabar harus tak Terbatas :')

Bismillah..

Dear kamu, kamu, kamu...
yang masih setia "nengok" kesini.. :')
Makasih ya...:)

Hari ini...
matahari bersinar terik, burung2 berkicau riang.. (prolog cerpen)
he he he ^_^V

Kali ini Nha ingin sedikit bercerita...
cerita tentang sesuatu.... (Syahrini again... Sesuatu oh sesuatu..... *kedip-kedip gak jelas *_*)

Alkisah di sore hari yang mendung.... (prolog again...-____-)
he he he...
jadi kemaren sore, 
Nha telponan sama sahabat Nha..
seorang gadis manis, sarjana Tehnik, Smart, yang SELALU OPTIMIS.
Namanya "seseorang".... :') *yang namanya gak jadi disebut tepok jidat :p*

Well..
seperti biasa,
kami berdua sharing tentang pekerjaan kami "belajar dan mengajar" :)
bagaimana perkembangan jaringan, perkembangan teman2, kesulitan2, keseharian selama seminggu ini...

Tiba usai lewat perbincangan kerjaan...
dia mulai bertanya..
pertanyaan yang sama yang selalu dia tanyakan...
"Nha... kalau kita berdoa, Alloh pasti ngabulin kan?" katanya...
aku senyum :) *yang pasti dia gak liat senyum aku.. kan kita telponan, hehehe
aku jawab.... "Udah Janji_Nya say, ketika kita meminta, Alloh pasti ngasih"

“Dan Tuhan-mu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” QS.Al Mu’min: 60




Singkat cerita...
Ternyata teman saya ini sedang lelah, sedang capek, sedang putus asa menunggu doanya dikabulkan...
dia udah ikhlas menjalani semuanya selama ini, tantangan demi rintangan untuk menuju "keinginannya"...
ia sudah berusaha habis2an... sudah berdoa, dan kini ia tinggal pasrah....:') ternyata sekian lama doanya belum dikabulkan juga....

Dear... aku cerita dikit yah....
Alloh itu mengikuti prasangka hambanya, Right?!

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).

Saat kita meminta sesuatu sama Alloh dan tidak kunjung dijabah, seringkali kita berprasangka....
jangan-jangan Alloh gakk mau ngasih.... >,<
Hufftt...
JANGAN SAMPAI BERPIKIRAN SEPERTI ITU!!!!

Alloh itu sesuai prasangka kita...
kita cuma perlu Yakin terhadap apa-apa yang sudah kita minta, apa-apa yang sudah Dijanjikan olehNya.
kalau kita udah suudzon sama Alloh.... Alloh juga males tau....
Alloh bilang gini: "ihh,,, ni orang udah dibilang, kalau minta pasti Aku kasih.... kok gak percayaan banget sih..."
kira2 begitu ^^V
yang jadinya Alloh mau ngasih.... karena kita berprasangka buruk,Alloh gak jadi ngasih deh....
 -____-
Rugi banget gak sih kalau kayak gitu???

Jadi Dear....
Selalu BERPIKIRAN POSITIF, selalu BerKHUSNUSDZONlah pada Alloh.....






Nah.. selanjutnya, *ada yang nyeletuk pura-puranya => "Nha.. kalau kita udah berprasangka baik, tapi kok belum2 dikabulkan sama Alloh doa kita... gimana donk?"

Yak!!!
Selain berprasangka baik, kita butuh YAKIN!!!!!

Yakin kalau Alloh pasti ngasih.... ini cuman masalah waktu doank....

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”  QS.Al-Baqarah: 186.

Ketika kita menginginkan sesuatu.... kita pasti berjuang untuk mendapatkannya.. betul apa benar?
kita akan jungkir balik mati-matian berusaha untuk mendapatkan yang kita mau iya kan??? 
setelah semua ikhtiar kita.... Kita Berdoa :') sudah berdoa? YAKIN!!!! sudah janjiNya Dia bakal ngasih sama yang minta... itu pasti, JANGAN RAGU.... tetaplah Positive thinking....

“Hati itu laksana wadah dan sebagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya. Apabila kalian memohon kepada Allah maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR Ahmad)


Selanjutnya... kita udah yakin... tapi kok belum dikabulin juga?
Nah.... mungkin ada hak-hak Alloh yang belum dipenuhi :')
benerin deh ibadah kita...
yang simple aja deh gak usah ke ibadah lainnya....
5 Waktunya, sudah  benarkah? sudah tepat waktu kah? 

setelah semuanya usai....
yang perlu kita lakukan tinggallah... SABAR....

Sabar? iya sabar....

Setelah semuanya sudah di ikhtiarkan... setelah semuanya sudah kita lakukan...
usaha udah... doa udah... yakin udah.... kita cuma butuh sabar...

Dear...
Nha ngerti, bahwa menjadi pribadi yang sabar itu gak mudah, berat banget godaannya. 
Penuh dengan emosi, penuh dengan prasangka dan praduga saat kita mencoba untuk sabar.

Tapi Dear...
kalau kita terus berlatih insya Alloh suatu saat kita akan memetik buah manis dari rasa sabar kita. 
Dear...Alloh akan senantiasa bersama orang yang sabar, jangan ragu!

Alloh Berfirman:

hai org2 yg beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, Sesungguhnya اَللّهُ bersama org2 yang SABAR  (Q.S. Al-Baqarah 153)


Alloh sudah menjanjikan kebaikan bagi orang yang selalu sabar dalam segala hal. Dan insya Alloh janji itu nyata, Alloh akan memberikan kebahagiaan bagi makhluknya yang sabar dan selalu berdoa dan memohon kepada-Nya. Maka bersabarlah..... maybe Alloh sedang menguji KEYAKINAN kita... alloh menguji seberapa YAKIN kita terhadap janjinya.... maka itu Ia menguji kita.... apakah kita dapat Bersabar.....??? ^_^



Nikmati prosesnya....
tanpa berhenti Berikhtiar langit dan bumi... :')
ALLOH PASTI MENGABULKAN DOA KITA....

Ada sebuah pepatah arab Dear....

"MANSHABARA ZHAFIRA"

Artinya kurang lebih : Sabar itu membawa keberuntungan"
So.. masih kurang yakin?! *tepok jidat.....*




Nha nulis kayak gini bukan berarti nha juga udah pandai bersabar ^_^..
malahan Nha menulis ini karena Nha juga sedang belajar Bersabar....
Belajar bersabar dengan Mengajar, Mengajar Bersabar  untuk belajar...

Setelah itu dear...
kadang kita sering bilang..... "Sabar itu ada batasnya"....
sebenarnya Nha bingung.... BATASnya dimanakah Kesabaran itu???

Sering banget kan kita mendengar kata-kata seperti itu, dan terkadang Nha sendiri pun mengucapkan hal itu. Tapi, ketika ditanya tentang batas kesabaran, tak pernah ada jawaban yang sama, jelas dan pasti, kapan, bagaimana dan sejauh mana kesabaran itu sampai pada batasnya. 

Batas kemampuan seseorang dalam menghadapi sebuah ujian atau cobaan itu berbeda-beda. Barangkali inilah yang membuat batas sebuah kesabaran menjadi relatif. 

Namun sayangnya Dear...
batas kesabaran ini terkadang dijadikan dalih untuk melakukan hal-hal tidak terpuji yang bertolak belakang dengan sabar itu sendiri. Luapan emosi tanpa kendali seringkali terjadi ketika seseorang merasa kesabaran yang dimiliki sudah sampai pada batasnya. 

Sesungguhnya manusia memiliki kekurangan dan keterbatasan. Dan bila kesabaran sudah sampai pada titik maksimal yang diusahakan, semestinya pasrah pada Alloh lah yang menjadi pilihannya. Bila ada AIR MATA.... itu wajar..... :')

Jika sempat tertetes air mata, itu adalah karena kita manusia. Kalau hadir perasaan duka, juga karena kita manusia biasa. Setiap kita, pasti beda TITIK PUNCAK kesabarannya. Sesungguhnya batas kesabaran ada pada keinginan kita untuk berjuang melewati setiap ujian dan cobaan. Kita memiliki keterbatasan kemampuan, tapi tidak semestinya kita menjadikan alasan batas kesabaran itu untuk melakukan berbagai pelanggaran. Karena kita memiliki keterbatasan, seharusnya kita memohon bantuan Alloh dengan berdoa dan semestinya ketika semua usaha telah kita jalankan, semua ujian telah kita tahankan, selanjutnya pasrahkan akhirnya pada Alloh Yang Maha Kuasa :')

” Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’ , ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya ” ( QS Al Baqarah : 45 -46 )




Dear...
Nha belajar, kita sama2 belajar..... SABAR....SABAR.....SABAR :')
Semoga kelak buah kesabaran kita dapat kita rasakan manisnya :')
Nikmati aja prosesnya...... pahitnya cuma sementara..... akhirnya InsyaAlloh MANIS!!! ^_^

ingat!!!! 




Semoga Manfaat :') Barokallah.....





nduk'NHA
(gambar: komikmuslimah.blogspot.com)
(ayat dan hadits : Era Muslim)
 

Erna Cahaya Template by Ipietoon Cute Blog Design