Senin, 27 Februari 2012

Sebuah Perjalanan :')

KETIKA PAGI BEREMBUN, KETIKA MENTARI TERSENYUM, KETIKA SIANG MENYENGAT, KETIKA MENDUNG MENGGELAYUT, KETIKA SENJA TEMARAM, KETIKA MALAM MENYERGAP, KETIKA DINI HARI TERJAGA....HANYA SEBUAH PERJALANAN SAJA...
(perjalanan suatu ketika...)




Bismillah..
Dear..
terimakasih masih mampir kesini :')
Hari ini saya ingin bercerita sedikit.. :')
Semalam saya diserang "Mumet"

Mumet?
iya Mumet...
Mumet itu bahasa jawa, artinya Pusing ^_^
Pusing dalam artian fisik, dan pisikis :')

Sudah beberapa hari ini saya menemukan "beberapa hal" ,
hal-hal yang belum saya ketahui...
"Mumet' iyah "mumet"...
memikirkan hal-hal yang baru saja saya tahu, belum saya tahu, dan yang akan saya tahu...

berdiskusi dengan beberapa teman..
BBMan sepanjang malam..
yang membawa saya pada keMUMETan ini..

Dan akhirnya saya pasrah dengan menulis status "Perjalanan :')"
mengapa perjalanan?
iya, saya anggap keMUMETan ini karena keresahan saya menghadapi perjalanan :')

Dear...
Aku pernah membaca sebuah hadits,
kurang lebih seperti ini :

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori) 

Musafir...
apa kaitannya dengan keMUMETan ku tentang perjalanan dengan hadits ini?

Rasululoh Sallallahu alaihi wassalam berkata dalam hadits tersebut, kita di dunia ini adalah seorang Musafir...
Musafir adalah orang yang sedang berada dalam perjalanan..
Saya, kamu, kita semua, Musafir... yang sedang mengarungi Perjalann hidup :')

Apa yang bikn saya MUMET???
saya mumet... karena saya takut gak bisa sampai di ujung perjalanan.. TUJUAN...
saya takut sampai di tempat yang salah, saya takut bekal yang saya kumpulin gak cukup untuk sampai di Sana... saya takut tersesat, takut salah jalan... :')

saya mumet sendiri membayangkannya, memikirkannya, lalu BBM seorang teman,seorang abang, seorang kakak, seorang guru, menyapa :
"Perjalanan itu bukan untuk dipikirkan, tapi untuk dijalani...
Simpan apa saja yang bisa dijadikan bekal di perjalanan..
semakin jauh kita berjalan semakin tinggi puncak yang kita daki, angin makin kencang, udara makin dingin,
Perut cepat lapar.. sisakan sebagai bekal... jangan dimakan semuanya...simpan saja nanti ada gunanya, walaupun segenggam beras, simpan saja.., "

kemumetan saya ini berawal dari keraguan saya terhadap kendaraan yang saya lalui saat ini... apakah kendaraan ini sudah sesuai dengan jurusan yang ingin saya tuju?
masih mencari-cari, dan baru kali ini saya benar2 mumet,
saya terus2an berbicara tentang "Salah dan Benar" tidak juga paham dengan "Syariat dan Hakikat",
NGEYEL kata orang jawa... :')

lalu saya teringat kajian setelah magrib kemaren....
"Alloh meminta hasil, tapi juga menilai proses"
tapi tetap Yang Alloh inginkan HASIL!!!

teringat kisah seorang alim yang menjalani hidupnya dengan ibadah, tapi meninggal dalam keadaan melakukan maksiat,
dan sebaliknya kisah seorang ahli maksiat  yang menjalani hidupnya dengan keburukan tetapi meninggal dalam keadaan melakukan amal baik,

ujung2nya perjalanan kita menuntut KEBAIKAN... menuntut KEBENARAN...
dan kuncinya hanya ISTIQAMAH.... :')
bekalku untuk istiqamah ini yang masih abstrak....  :')


Gak nyambung? gak ngerti? sama saya juga Dear..
maklum yang nulis orang MUMET :')

nduk'NHA

Minggu, 26 Februari 2012

Butiran Debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia

hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
menepi menepilah menjauh 
semua yang terjadi di antara kita ooh

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu

(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu



Dear..

hanya menyempatkan untuk menulis, mengisi kekosongan..
Sabtu kemaren saya meeting dengan team saya....
Kangen dengan situasi cafe yang sebulan terakhir tidak saya rasakan,
kami berjanji bertemu di DD.. ^_^


di sela-sela meting...
laptop salah satu team saya berbunyi...
entah disengaja atau gak, 
refleks saya menoleh padanya..... *instrument awalnya membuat pikiran saya teralihkan....
tapi karena fokus meeting... tuh laptop langsung dimatikan sama yang punya.. ^^V

setelah meeting...
saya langsung nyamperin laptop tadi....
nanya' sama team saya yang cuma cengengesan...
*dia tahu saya sulit dialihkan dari fokus, kecuali hal itu spesial bagi saya...
end then...
saya mendengarkan...

liriknya galau abis....
*malu rasanya seorang leader ketahuan mendengarkan lagu galau *_____* (he he he)
tapi liriknya tidak berpengaruh terhadap saya....
saya suka instrument pianonya :")
rasanya pengen segera pulang mengedit lagu ini, menghilangkan liriknya dan menyisakan 'instrumentnya saja"

^^/





nduk'NHA

Senin, 20 Februari 2012

Ketika sabar harus tak Terbatas :')

Bismillah..

Dear kamu, kamu, kamu...
yang masih setia "nengok" kesini.. :')
Makasih ya...:)

Hari ini...
matahari bersinar terik, burung2 berkicau riang.. (prolog cerpen)
he he he ^_^V

Kali ini Nha ingin sedikit bercerita...
cerita tentang sesuatu.... (Syahrini again... Sesuatu oh sesuatu..... *kedip-kedip gak jelas *_*)

Alkisah di sore hari yang mendung.... (prolog again...-____-)
he he he...
jadi kemaren sore, 
Nha telponan sama sahabat Nha..
seorang gadis manis, sarjana Tehnik, Smart, yang SELALU OPTIMIS.
Namanya "seseorang".... :') *yang namanya gak jadi disebut tepok jidat :p*

Well..
seperti biasa,
kami berdua sharing tentang pekerjaan kami "belajar dan mengajar" :)
bagaimana perkembangan jaringan, perkembangan teman2, kesulitan2, keseharian selama seminggu ini...

Tiba usai lewat perbincangan kerjaan...
dia mulai bertanya..
pertanyaan yang sama yang selalu dia tanyakan...
"Nha... kalau kita berdoa, Alloh pasti ngabulin kan?" katanya...
aku senyum :) *yang pasti dia gak liat senyum aku.. kan kita telponan, hehehe
aku jawab.... "Udah Janji_Nya say, ketika kita meminta, Alloh pasti ngasih"

“Dan Tuhan-mu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” QS.Al Mu’min: 60




Singkat cerita...
Ternyata teman saya ini sedang lelah, sedang capek, sedang putus asa menunggu doanya dikabulkan...
dia udah ikhlas menjalani semuanya selama ini, tantangan demi rintangan untuk menuju "keinginannya"...
ia sudah berusaha habis2an... sudah berdoa, dan kini ia tinggal pasrah....:') ternyata sekian lama doanya belum dikabulkan juga....

Dear... aku cerita dikit yah....
Alloh itu mengikuti prasangka hambanya, Right?!

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).

Saat kita meminta sesuatu sama Alloh dan tidak kunjung dijabah, seringkali kita berprasangka....
jangan-jangan Alloh gakk mau ngasih.... >,<
Hufftt...
JANGAN SAMPAI BERPIKIRAN SEPERTI ITU!!!!

Alloh itu sesuai prasangka kita...
kita cuma perlu Yakin terhadap apa-apa yang sudah kita minta, apa-apa yang sudah Dijanjikan olehNya.
kalau kita udah suudzon sama Alloh.... Alloh juga males tau....
Alloh bilang gini: "ihh,,, ni orang udah dibilang, kalau minta pasti Aku kasih.... kok gak percayaan banget sih..."
kira2 begitu ^^V
yang jadinya Alloh mau ngasih.... karena kita berprasangka buruk,Alloh gak jadi ngasih deh....
 -____-
Rugi banget gak sih kalau kayak gitu???

Jadi Dear....
Selalu BERPIKIRAN POSITIF, selalu BerKHUSNUSDZONlah pada Alloh.....






Nah.. selanjutnya, *ada yang nyeletuk pura-puranya => "Nha.. kalau kita udah berprasangka baik, tapi kok belum2 dikabulkan sama Alloh doa kita... gimana donk?"

Yak!!!
Selain berprasangka baik, kita butuh YAKIN!!!!!

Yakin kalau Alloh pasti ngasih.... ini cuman masalah waktu doank....

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”  QS.Al-Baqarah: 186.

Ketika kita menginginkan sesuatu.... kita pasti berjuang untuk mendapatkannya.. betul apa benar?
kita akan jungkir balik mati-matian berusaha untuk mendapatkan yang kita mau iya kan??? 
setelah semua ikhtiar kita.... Kita Berdoa :') sudah berdoa? YAKIN!!!! sudah janjiNya Dia bakal ngasih sama yang minta... itu pasti, JANGAN RAGU.... tetaplah Positive thinking....

“Hati itu laksana wadah dan sebagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya. Apabila kalian memohon kepada Allah maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR Ahmad)


Selanjutnya... kita udah yakin... tapi kok belum dikabulin juga?
Nah.... mungkin ada hak-hak Alloh yang belum dipenuhi :')
benerin deh ibadah kita...
yang simple aja deh gak usah ke ibadah lainnya....
5 Waktunya, sudah  benarkah? sudah tepat waktu kah? 

setelah semuanya usai....
yang perlu kita lakukan tinggallah... SABAR....

Sabar? iya sabar....

Setelah semuanya sudah di ikhtiarkan... setelah semuanya sudah kita lakukan...
usaha udah... doa udah... yakin udah.... kita cuma butuh sabar...

Dear...
Nha ngerti, bahwa menjadi pribadi yang sabar itu gak mudah, berat banget godaannya. 
Penuh dengan emosi, penuh dengan prasangka dan praduga saat kita mencoba untuk sabar.

Tapi Dear...
kalau kita terus berlatih insya Alloh suatu saat kita akan memetik buah manis dari rasa sabar kita. 
Dear...Alloh akan senantiasa bersama orang yang sabar, jangan ragu!

Alloh Berfirman:

hai org2 yg beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, Sesungguhnya اَللّهُ bersama org2 yang SABAR  (Q.S. Al-Baqarah 153)


Alloh sudah menjanjikan kebaikan bagi orang yang selalu sabar dalam segala hal. Dan insya Alloh janji itu nyata, Alloh akan memberikan kebahagiaan bagi makhluknya yang sabar dan selalu berdoa dan memohon kepada-Nya. Maka bersabarlah..... maybe Alloh sedang menguji KEYAKINAN kita... alloh menguji seberapa YAKIN kita terhadap janjinya.... maka itu Ia menguji kita.... apakah kita dapat Bersabar.....??? ^_^



Nikmati prosesnya....
tanpa berhenti Berikhtiar langit dan bumi... :')
ALLOH PASTI MENGABULKAN DOA KITA....

Ada sebuah pepatah arab Dear....

"MANSHABARA ZHAFIRA"

Artinya kurang lebih : Sabar itu membawa keberuntungan"
So.. masih kurang yakin?! *tepok jidat.....*




Nha nulis kayak gini bukan berarti nha juga udah pandai bersabar ^_^..
malahan Nha menulis ini karena Nha juga sedang belajar Bersabar....
Belajar bersabar dengan Mengajar, Mengajar Bersabar  untuk belajar...

Setelah itu dear...
kadang kita sering bilang..... "Sabar itu ada batasnya"....
sebenarnya Nha bingung.... BATASnya dimanakah Kesabaran itu???

Sering banget kan kita mendengar kata-kata seperti itu, dan terkadang Nha sendiri pun mengucapkan hal itu. Tapi, ketika ditanya tentang batas kesabaran, tak pernah ada jawaban yang sama, jelas dan pasti, kapan, bagaimana dan sejauh mana kesabaran itu sampai pada batasnya. 

Batas kemampuan seseorang dalam menghadapi sebuah ujian atau cobaan itu berbeda-beda. Barangkali inilah yang membuat batas sebuah kesabaran menjadi relatif. 

Namun sayangnya Dear...
batas kesabaran ini terkadang dijadikan dalih untuk melakukan hal-hal tidak terpuji yang bertolak belakang dengan sabar itu sendiri. Luapan emosi tanpa kendali seringkali terjadi ketika seseorang merasa kesabaran yang dimiliki sudah sampai pada batasnya. 

Sesungguhnya manusia memiliki kekurangan dan keterbatasan. Dan bila kesabaran sudah sampai pada titik maksimal yang diusahakan, semestinya pasrah pada Alloh lah yang menjadi pilihannya. Bila ada AIR MATA.... itu wajar..... :')

Jika sempat tertetes air mata, itu adalah karena kita manusia. Kalau hadir perasaan duka, juga karena kita manusia biasa. Setiap kita, pasti beda TITIK PUNCAK kesabarannya. Sesungguhnya batas kesabaran ada pada keinginan kita untuk berjuang melewati setiap ujian dan cobaan. Kita memiliki keterbatasan kemampuan, tapi tidak semestinya kita menjadikan alasan batas kesabaran itu untuk melakukan berbagai pelanggaran. Karena kita memiliki keterbatasan, seharusnya kita memohon bantuan Alloh dengan berdoa dan semestinya ketika semua usaha telah kita jalankan, semua ujian telah kita tahankan, selanjutnya pasrahkan akhirnya pada Alloh Yang Maha Kuasa :')

” Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’ , ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya ” ( QS Al Baqarah : 45 -46 )




Dear...
Nha belajar, kita sama2 belajar..... SABAR....SABAR.....SABAR :')
Semoga kelak buah kesabaran kita dapat kita rasakan manisnya :')
Nikmati aja prosesnya...... pahitnya cuma sementara..... akhirnya InsyaAlloh MANIS!!! ^_^

ingat!!!! 




Semoga Manfaat :') Barokallah.....





nduk'NHA
(gambar: komikmuslimah.blogspot.com)
(ayat dan hadits : Era Muslim)

Kamis, 16 Februari 2012

Erna Hikari Aijin, S.Pd.

Bismillah...

Dear...
Sory baru sempat menulis lagi, ^_^
setelah jungkir balik, panas dingin, salto dan kayang.....
tepat tanggal 7 Februari 2012, aku menyelesaikan Ujian Akhir
dalam perhelatan 4,5 tahun mengejar gelar "S.Pd."
Yup... 11 Februari kemaren tepatnya hari sabtu pukul 11.11 gelar itu nangkring di namaku juga ^_^


alhamdulillah yaa.. (gaya Syahrini)
Subhanalloh ^_^
satu lagi Anchoring positiveku bertambah...
Yang paling membanggakan Dear..
aku lulus dengan predikat "CUMLAUDE,
Pas banget IPK nya 3,55 yang kalau dibulatin 3,6... he he he


Yup....
Nha udah sarjana dear.. walaupun belum pernah pakai toga, toganya masih nunggu bulan depan..
rasanya lega banget udah selesei kuliah, dan gak dikejar-kejar dengan pertanyaan "KAPAN LULUS?"

By The Way Dear...
Rasanya cepat banget yah :')
aku ingat rasanya baru kemaren aku megang kertas bertuliskan kata LULUS waktu kelulusan SMA..
rasanya baru kemaren aku sibuk nyari Bougenvile putih untuk OSPEK,
rasanya... baru kemaren aku belajar pakai Rok ke kampus tiap hari.. menghilangkan keegoanku bersikap "terlalu feminim'.. hahaha
rasanya... baru kemaren ribet milih kerudung dan baju buat dipadupadanin biar gak norak n gak Jadul...
rasanya baru kemaren aku dan teman2 diskusi di kampus, ngejar dosen untuk tandatangan KRS, KKL naik bus 18 jam ke SARMI, Praktek ngajar di sekolah......sekarang udah lulus.... dan masa-masa itu sekarang tinggal kenangan ;')

Yaa Rabb...
waktu cepat banget berlalu yah. masa-masa itu, masa-masa penuh lelah, penuh perjuangan.
kuliah, kerja, ngejar omset, private... kadang gak tidur semalaman begadang ngerjain tugas kuliah,
pergi ke kampus masih naik angkot dan ngantuk di kelas... Ya alloh... pengorbanan itu :')

Rasanya penuh haru waktu menyanyikan hymne Universitas saat yudisium kemaren,
Gemetar.... apalagi saat namaku disebut....
syukur dan bahagia ini rasanya tak cukup menggambarkan syukur ku.....
berulang-ulang ku katakan.... "akhirnya aku lulus"

Subhanalloh...
menuliskan ini saja keyboard laptop basah dear:')
tapi semua ini belumlah selesai... bukanlah akhir perjuangannku,
tapi kelulusan inilah awal perjuanganku...
Mengabdi.. atas ilmu-ilmu yang telah Kau amanahkan padaku...
menuntut untuk dijadikan amal jariyah bekal saat ku mati nanti...
karena salah satu amal yang tak kan pernah putus  pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat..

Rabb..
aku gemetar lagi..
sanggupkah aku mempertanggungjawabkan amanah dariMu ini...
ku awali hari-hari esok dengan BISMILLAH....:')









nduk'NHA

Kamis, 12 Januari 2012

Goes To Bandung

Bismillah...

sory all... baru nongo lagi....

menghilangnya diriku dikarenakan sibuk ngurusin skripsi..

hehehe.....

ditambah dengan usaha baru yang baru aja aku rintis....


ni ada waktu di sela-sel menunggu pesawat delay menuju BAndung... dalam rangka kerja juga sih.

ngeblog deh...


insyaAlloh setelah semua beres Nha akan mulai ngeblog lagi...^_^





nduk'NHA

Kamis, 22 Desember 2011

Untuk Zuper Duper Mommy




Sudah lama, aku menyulam
khayalan pada tirai hujan
menata wajahmu disana serupa
puzzle,
sekeping demi sekeping, dengan
perekat kenangan di tiap sisinya
lalu saat semuanya menjelma
sempurna
kubingkai lukisan parasmu itu
dalam setiap leleh rindu
yang kupelihara di sudut hati
dengan rasa masygul
dari musim ke musim
“Cinta selalu memendam rahasia
dan misterinya sendiri,
pada langit, pada hujan,” katamu
lirih terbata-bata.
Dan seketika, linangan air matamu
menjelma
bagai deras aliran sungai yang
menghanyutkanku jauh ke hulu
dimana setiap harapan kita karam
disana
Sudah lama, aku memindai
sosokmu pada derai gerimis
memastikan setiap serpih
mimpiku untuk bersama
membangun surga di telapak
kakimu dapat menjadi nyata.

kau selalu berkata,
“Percayalah, aku ada dinadimu
seperti kamu ada
didarahku, ”bisikmu pelan
ketika bayangmu, perlahan
memudar dibalik rinai hujan..








nduk'NHA

Jumat, 16 Desember 2011

لا تحزن ان الله معنا "Jangan Bersedih, Alloh bersama ku"


(kartun: komikmuslimah )


Seringkali, 
saat masalah menghampiri,
kita merasa sepi,
Dan
SEDIH selalu datang menghantui...


Sadarkah kita,,
sebenarnya kita tak pernah sendiri???

Selama Allah beserta kita,
apalah artinya bersedih hati,
apalah arti takut,
dan apalah artinya cemas.
Tenangkanlah,
tegarkanlah,
tenteramkan,
dan teduhkanlah hati,
karena sesungguhnya Allah beserta kita.
Kita tidak akan terkalahkan,
tidak akan mundur,
tidak akan sesat,
tidak akan
tersia-sia,
tidak akan putus asa,
dan tidak akan frustasi,
karena sesungguhnya Allah beserta kita;
Pertolongan akan berpihak kepada kita;
kemudahan akan menyertai kita;
kemenangan akan selalu menemani kita;
kemuliaan adalah tujuan kita;
dan kebahagiaan adalah kesudahan kita,
karena sesungguhnya Allah senantiasa beserta kita.
Tiada yang lebih kuat hatinya daripada kita;
tiada yang lebih berpetunjuk manhajnya daripada kita;
tiada yang lebih agung prinsipnya daripada kita;
tiada yang lebih baik perjalanannya daripada kita;
dan tiada yang lebih tinggi kedudukannya daripada kita,
karena sesungguhnya Allah bersama kita.
Bila mungkin ada luka Coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa Coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti
Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati tenang
Damai jiwa dan raga




Keep Hamazah!!!
INNALLOHA ma ANA

لا تحزن ان الله معنا ☺

Rabu, 14 Desember 2011

RENUNGKAN SAUDARIKU!!!!!

Bismillah.

Apa gayamu dalam BERHIJAB (BERJILBAB)?

1. Apakah engkau “KADANG-KADANG BERHIJAB (BERJILBAB)”?
   
Apakah engkau berhijab hanya ketika menghadiri pengajian atau membaca Al Qur’an?
Apakah engkau berhijab saat berada di Arab Saudi dan engkau lupa bahwa engkau adalah seorang muslimah begitu pesawatmu mendarat di negara lain?
Apakah engkau berhijab ketika keluar rumah, tetapi memajang foto-fotomu di FB agar dapat dilihat orang lain? (Saudariku yang kucintai dalam Islam, sekali pun engkau membatasi orang-orang yang melihat fotomu dan hanya teman-teman di FB-mu yang bisa melihatnya, WASPADALAH, siapa saja bisa menyimpan foto kita dan melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan engkau tidak akan pernah tahu untuk tujuan apa fotomu dimanfaatkan. Belum lagi fakta bahwa teman-temanmu bersama orang lain saat mereka melihat foto-fotomu, yang merupakan non-mahrommu!! Allohul musta’aan)
2. Apakah engkau “SETENGAH-SETENGAH DALAM BERHIJAB (BERJILBAB)”?
Apakah adakalanya engkau mengerudungi kepalamu saja, tetapi tetap mengenakan celana jeans ketat atau pakaian lainnya yang ketat dan membentuk lekuk tubuhmu? (Faktanya banyak muslimah yang melakukannya, dan ini merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap hijab!)
Apakah engkau mengerudungi kepalamu tetapi menampakkan sebagian dari rambutmu, baik di depan atau di belakang, agar engkau terlihat lebih cantik?
Apakah engkau menutup tubuhmu dengan sempurna, tetapi abaya atau gamis yang engkau kenakan tampak menarik, warna-warni, berenda, berbordir dan berpayet sehingga manarik perhatian orang lain dan sejatinya membutuhkan abaya atau gamis lain untuk menutupi semua perhiasan itu?
Apa sebenarnya maksud di balik semua ini??? Apa lagi kalau bukan untuk MENARIK PERHATIAN lawan jenis? Apakah engkau akan berhias sedemikian rupa jika tidak ada lawan jenis di sekitarmu?

Untuk yang belum mengetahuinya, Hijab harus dikenakan di hadapan non-mahrom kita (sebagian besar lawan jenis) dan Alhamdulillah, kita diizinkan untuk berhias jika berada di hadapan mahrom kita (suami, ayah, saudara laki-laki, paman dari pihak ayah dan ibu, kakek, anak laki-laki, ayah mertua, anak laki-laki dari saudara laki-laki, anak laki-laki dari saudara perempuan, menantu laki-laki dan anak laki-laki yang belum aqil baliq) dan dalam pertemuan yang hanya dihadiri oleh muslimah.

Camkan hadits berikut ini:
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)


Saudariku yang kucintai karena Allah, pernahkah engkau berpikir tentang tujuan dari Hijab???

Mengapa kita harus mengenakan Hijab? 
Karena tidak ada pilihan lain kecuali mengenakannya saat berada di Saudi Arabia?
Karena orangtuamu memerintahkan engkau melakukannya?
Karena orang-orang di sekitarmu mengenakannya?
ATAU ADA ALASAN LAIN YANG LEBIH PENTING UNTUK MELAKUKANNYA?
Apakah engkau merasa tertindas saat mengenakannya??? Jujurlah pada dirimu sendiri.

Perhatikan apa yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang hal ini.
Alasan mengapa Dia memerintahkan Hijab bagi wanita disebutkan dalam Qur’an pada ayat berikut di surat Al-Ahzab:

Allah berfirman (yang artinya):


“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 33 : 59)


Qur’an menyebutkan bahwa Hijab telah diperintahkan kepada kaum wanita sehingga mereka dikenali sebagai wanita yang tidak menonjolkan diri dan dengan demikian mereka akan terhindar dari gangguan.

Mari sekarang kita analisis: Mengapa Muslimah mengenakan Hijab? 
1. Karena ini adalah perintah Allah. Allah memerintahkan kita dan kita menta’atinya, sederhana bukan? Agar Allah ridho terhadap kita, maka kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita dan segala hal di sekitar kita, dan Dia menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya. Itulah alasan mengapa kita sekarang ada di dunia dan kita akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita semasa hidup. Allah berfirman: “Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS 51:56).
 

2. Kita ini berharga. Nasihat juara dunia tinju Muhammad Ali kepada anak perempuannya: “Hana, segala sesuatu ciptaan Allah yang berharga di muka bumi ini senantiasa tertutup dan sulit untuk didapatkan. Di manakah engkau menemukan berlian? Jauh di dalam tanah, tertutup dan terlindungi. Di manakah engkau menemukan mutiara? Jauh di dasar samudera, tertutup dan terlindungi dalam sebuah cangkang yang keras. Di manakah engkau menemukan emas? Jauh di dalam tanah yang ditambah, tertutup oleh banyak lapisan batuan… Engkau harus bekerja keras untuk mendapatkannya.” Ia memandang dengan tatapan mata yang serius. “Demikian pula tubuhmu. Jauh lebih berharga dari pada berlian dan mutiara, maka engkau juga harus mengenakan hijab agar tertutup.”

3. Ini adalah hak kita. Ketika seorang wanita berhijab, maka pria tidak dapat menilai melalui penampilannya, melainkan melalui kepribadian, karakter dan moralnya. Hijab adalah suatu tanggung jawab DITAMBAH hak yang diberikan oleh Allah kepada kita, Allahu a’lam. Inilah keutamaan bagi kita, lantas apa yang menghalangi engkau dari mengenakannya? Mengapa kita harus memperlihatkan kecantikan kita kepada semua orang? Apakah itu hakikat menjadi seorang wanita? Apakah tubuh kita demikian murah? Mengapa kita ingin menjadikan diri kita objek yang tidak berharga? Tidaklah mengherankan bila tingkat pelecehan seksual meningkat, jika kita menyediakan bahan untuk kejahatan tersebut. Camkan!
 
Saya memperingatkan diri SAYA sendiri terlebih dahulu dan selanjutnya saudari-saudariku yang kucintai karena Allah, SIAPA TAHU ENGKAU LUPA!
Semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang lurus kepada kita!

Saudarimu dalam Islam.

Versi tulisan asli: http://www.facebook.com/note.php?note_id=144682325547432


Tidak perlu izin untuk menyebarkan tulisan ini, selama mencantumkan tautan versi tulisan asli di atas.
Bismillah.

Apa gayamu dalam BERHIJAB (BERJILBAB)?

1. Apakah engkau “KADANG-KADANG BERHIJAB (BERJILBAB)”?
   
  • Apakah engkau berhijab hanya ketika menghadiri pengajian atau membaca Al Qur’an?
  • Apakah engkau berhijab saat berada di Arab Saudi dan engkau lupa bahwa engkau adalah seorang muslimah begitu pesawatmu mendarat di negara lain?
  • Apakah engkau berhijab ketika keluar rumah, tetapi memajang foto-fotomu di FB agar dapat dilihat orang lain? (Saudariku yang kucintai dalam Islam, sekali pun engkau membatasi orang-orang yang melihat fotomu dan hanya teman-teman di FB-mu yang bisa melihatnya, WASPADALAH, siapa saja bisa menyimpan foto kita dan melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan engkau tidak akan pernah tahu untuk tujuan apa fotomu dimanfaatkan. Belum lagi fakta bahwa teman-temanmu bersama orang lain saat mereka melihat foto-fotomu, yang merupakan non-mahrommu!! Allohul musta’aan)
2. Apakah engkau “SETENGAH-SETENGAH DALAM BERHIJAB (BERJILBAB)”?
  • Apakah adakalanya engkau mengerudungi kepalamu saja, tetapi tetap mengenakan celana jeans ketat atau pakaian lainnya yang ketat dan membentuk lekuk tubuhmu? (Faktanya banyak muslimah yang melakukannya, dan ini merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap hijab!)
  • Apakah engkau mengerudungi kepalamu tetapi menampakkan sebagian dari rambutmu, baik di depan atau di belakang, agar engkau terlihat lebih cantik?
  • Apakah engkau menutup tubuhmu dengan sempurna, tetapi abaya atau gamis yang engkau kenakan tampak menarik, warna-warni, berenda, berbordir dan berpayet sehingga manarik perhatian orang lain dan sejatinya membutuhkan abaya atau gamis lain untuk menutupi semua perhiasan itu?
Apa sebenarnya maksud di balik semua ini??? Apa lagi kalau bukan untuk MENARIK PERHATIAN lawan jenis? Apakah engkau akan berhias sedemikian rupa jika tidak ada lawan jenis di sekitarmu?
Untuk yang belum mengetahuinya, Hijab harus dikenakan di hadapan non-mahrom kita (sebagian besar lawan jenis) dan Alhamdulillah, kita diizinkan untuk berhias jika berada di hadapan mahrom kita (suami, ayah, saudara laki-laki, paman dari pihak ayah dan ibu, kakek, anak laki-laki, ayah mertua, anak laki-laki dari saudara laki-laki, anak laki-laki dari saudara perempuan, menantu laki-laki dan anak laki-laki yang belum aqil baliq) dan dalam pertemuan yang hanya dihadiri oleh muslimah.
Camkan hadits berikut ini:
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Saudariku yang kucintai karena Allah, pernahkah engkau berpikir tentang tujuan dari Hijab???
Mengapa kita harus mengenakan Hijab? 
  • Karena tidak ada pilihan lain kecuali mengenakannya saat berada di Saudi Arabia?
  • Karena orangtuamu memerintahkan engkau melakukannya?
  • Karena orang-orang di sekitarmu mengenakannya?
ATAU ADA ALASAN LAIN YANG LEBIH PENTING UNTUK MELAKUKANNYA?
Apakah engkau merasa tertindas saat mengenakannya??? Jujurlah pada dirimu sendiri.
Perhatikan apa yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang hal ini.
Alasan mengapa Dia memerintahkan Hijab bagi wanita disebutkan dalam Qur’an pada ayat berikut di surat Al-Ahzab:
Allah berfirman (yang artinya):
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 33 : 59)
Qur’an menyebutkan bahwa Hijab telah diperintahkan kepada kaum wanita sehingga mereka dikenali sebagai wanita yang tidak menonjolkan diri dan dengan demikian mereka akan terhindar dari gangguan.
Mari sekarang kita analisis: Mengapa Muslimah mengenakan Hijab? 
1. Karena ini adalah perintah Allah. Allah memerintahkan kita dan kita menta’atinya, sederhana bukan? Agar Allah ridho terhadap kita, maka kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita dan segala hal di sekitar kita, dan Dia menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya. Itulah alasan mengapa kita sekarang ada di dunia dan kita akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita semasa hidup. Allah berfirman: “Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS 51:56).

2. Kita ini berharga. Nasihat juara dunia tinju Muhammad Ali kepada anak perempuannya: “Hana, segala sesuatu ciptaan Allah yang berharga di muka bumi ini senantiasa tertutup dan sulit untuk didapatkan. Di manakah engkau menemukan berlian? Jauh di dalam tanah, tertutup dan terlindungi. Di manakah engkau menemukan mutiara? Jauh di dasar samudera, tertutup dan terlindungi dalam sebuah cangkang yang keras. Di manakah engkau menemukan emas? Jauh di dalam tanah yang ditambah, tertutup oleh banyak lapisan batuan… Engkau harus bekerja keras untuk mendapatkannya.” Ia memandang dengan tatapan mata yang serius. “Demikian pula tubuhmu. Jauh lebih berharga dari pada berlian dan mutiara, maka engkau juga harus mengenakan hijab agar tertutup.”
3. Ini adalah hak kita. Ketika seorang wanita berhijab, maka pria tidak dapat menilai melalui penampilannya, melainkan melalui kepribadian, karakter dan moralnya. Hijab adalah suatu tanggung jawab DITAMBAH hak yang diberikan oleh Allah kepada kita, Allahu a’lam. Inilah keutamaan bagi kita, lantas apa yang menghalangi engkau dari mengenakannya? Mengapa kita harus memperlihatkan kecantikan kita kepada semua orang? Apakah itu hakikat menjadi seorang wanita? Apakah tubuh kita demikian murah? Mengapa kita ingin menjadikan diri kita objek yang tidak berharga? Tidaklah mengherankan bila tingkat pelecehan seksual meningkat, jika kita menyediakan bahan untuk kejahatan tersebut. Camkan!

Saya memperingatkan diri SAYA sendiri terlebih dahulu dan selanjutnya saudari-saudariku yang kucintai karena Allah, SIAPA TAHU ENGKAU LUPA!
Semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang lurus kepada kita!
Saudarimu dalam Islam.
Versi tulisan asli: http://www.facebook.com/note.php?note_id=144682325547432
 

Erna Cahaya Template by Ipietoon Cute Blog Design